Lomba Surat untuk Bupati Warnai Penutupan Gema Ramadhan
- 04 Mar 2026 00:27 WIB
- Purwokerto
RRI,CO,ID, Purbalingga: Suasana haru menyelimuti acara penutupan Gema Ramadhan ke-26 Kabupaten Purbalingga saat seorang santri cilik maju menyerahkan surat berisi harapan masa depan kepada Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif. Momen tersebut berlangsung di Pendopo Dipokusumo, Minggu (1/3/2026), dan disaksikan ratusan peserta dan tamu undangan.
Surat itu merupakan karya terbaik dalam lomba menulis surat untuk bupati yang menjadi bagian dari rangkaian Gema Ramadhan. Para pemenang lomba, Aisyah Salma Afiqa, siswi MI Muhammadiyah Kedungjati, Kecamatan Bukateja, membacakan sendiri isi tulisannya di hadapan bupati dan para hadirin.
Dalam suratnya, Aisyah menyuarakan harapan tentang pendidikan yang layak dan merata. Ia menginginkan setiap anak, termasuk yang tinggal di pelosok. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses belajar, melainkan cahaya yang menuntun anak-anak menuju kesuksesan.
“Saya ingin belajar tanpa rasa khawatir, bangunan yang kokoh sekokoh cita-cita kami. Setiap anak yang tinggal di pelosok tetap merasakan pendidikan dan tahu masa depan mereka berharga. Karena saya percaya, pendidikan bukan sekadar pelajaran, tapi juga cahaya yang menuntun jalan menuju kesuksesan,” katanya.
Aisyah juga menitipkan pesan tentang mimpi besar anak-anak Purbalingga. Ia meyakini bahwa dari generasi mereka akan lahir dokter, guru, dan pemimpin masa depan dan berharap mimpi-mimpi tersebut dijaga dan tidak padam sebelum terwujud.
“Hari ini kami mungkin hanya anak-anak yang pandai bermimpi. Namun percayalah, di antara kami akan ada calon dokter yang menyembuhkan, calon guru yang mencerdaskan generasi, dan calon pemimpin yang melanjutkan perjuangan. Tolong jaga mimpi-mimpi itu, jangan biarkan padam sebelum bersinar,” tulisnya.
Acara penutupan Gema Ramadhan yang dimulai sejak pagi tersebut diikuti 512 santri dan santriwati usia 3–12 tahun se-Purbalingga. Ketua panitia, Saful Hidayat, menjelaskan terdapat 11 cabang lomba, antara lain adzan, peragaan busana muslim kategori 1 dan 2, da’i cilik, kaligrafi, menulis surat untuk bupati, mewarnai, nasyid islami, membaca puisi, tahfidz, tartil, dan tilawah.
Selain lomba, kegiatan juga diisi cek kesehatan gratis, permainan anak, serta training motivation. Gema Ramadhan ke-26 ini diselenggarakan oleh One Day One Juz bersama Pengajian Remaja Pemuda Ahad Pagi (Perappi), dengan dukungan sponsor BPRS Buana Mitra Perwira. Panitia berharap pemerintah daerah terus mendukung agenda tahunan tersebut sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual generasi muda.
Dalam sambutannya, Fahmi mengajak para peserta untuk terus mengamalkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan. Ia menekankan bahwa kemampuan yang diraih tidak boleh berhenti pada perlombaan semata, tetapi harus terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berkontribusi di lingkungan masjid masing-masing.
“Pastikan yang didapat hari ini bukan hanya untuk sehari, tapi juga diamalkan, dipedomani, dan dikembangkan terus. Yang lomba adzan, sesekali harus adzan di masjidnya masing-masing. Yang ikut tilawah, tartil, dan tahfidz harus bisa mengisi di masjidnya,” ujarnya.
Fahmi juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia mendorong anak-anak yang meraih juara untuk terus berprestasi, sementara yang belum berhasil diminta tetap semangat dan mencoba kembali di kesempatan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....