Maestro Lengger Dariah Hadir Melalui Novel AR

  • 02 Mar 2026 08:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Tokoh maestro seni tradisi Lengger asal Banyumas, Dariah, kini “hidup” kembali melalui novel grafis berbasis augmented reality (AR) berjudul “Renjana: Dongeng Kehidupan Maestro Lengger Dariah”. Karya ini menjadi upaya kreatif untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kembali Dariah, sosok penari lengger legendaris yang kiprah keseniannya melintasi berbagai zaman, mulai era kolonial, demokrasi terpimpin, Orde Baru, hingga reformasi.

Novel grafis tersebut diluncurkan dalam rangkaian diseminasi program Dokumentasi Karya dan Pengetahuan Maestro, Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2024. Peluncuran digelar di Hetero Space Purwokerto pada Rabu (25/2/2026), dengan agenda pemutaran film dokumenter proses kreatif, diskusi buku, demonstrasi teknologi augmented reality, serta pementasan lengger.

Penggagas novel, Rida Purnama Sari, menjelaskan bahwa pengangkatan sosok Dariah dilatarbelakangi keinginan membangun pusat data yang mendokumentasikan jejak kehidupan dan karya pelaku seni Lengger di Banyumas. Menurutnya, pemilihan format novel grafis berbasis AR merupakan bentuk kolaborasi antara pendekatan artistik dan teknologi.

"Lewat buku ini kami tak semata ingin menonjolkan sosok Maestro lengger Dariah, tapi di balik buku ini kami ingin menampilkan wajah penciptaan produk kreatif di Banyumas penuh kolaborasi lintas disiplin ilmu," kata Rida

Staf Khusus Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Kementerian Kebudayaan RI, Annisa Rengganis, menyampaikan bahwa peluncuran novel grafis ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan kembali keteladanan Dariah kepada generasi muda. Menurutnya, medium tersebut dinilai lebih relevan dengan perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima oleh generasi saat ini.

“Karya ini merupakan suatu program budaya yang penting karena bisa mengenalkan kembali bagaimana tokoh Maestro Dariah kepada generasi muda,” katanya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, turut menyampaikan apresiasi atas peluncuran karya tersebut. Ia menilai pendokumentasian Maestro Lengger Dariah melalui novel grafis berbasis AR sebagai langkah inovatif dan visioner dalam upaya pelestarian budaya.

“Peluncuran novel grafis berbasis augmented reality ini merupakan langkah strategis yang visioner karena menggabungkan teknologi dengan kearifan lokal,” kata Agus.

Acara peluncuran ditutup dengan pementasan lengger yang menampilkan Otniel Tasman sebagai penari, diiringi kendang oleh Sukendar dan sinden Daisah. Pada kesempatan tersebut, panitia juga membagikan 50 eksemplar novel secara gratis kepada tamu undangan yang terdiri atas sanggar tari, pelaku seni lengger, tokoh budaya, akademisi, serta sejumlah sekolah di Kabupaten Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....