Ketua Komisi C DPRD Jateng Ajak Santri Kawal Demokrasi
- 01 Mar 2026 17:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Haryanto Bachrudin (BHB), mengaku bahagia melihat respons para santri yang bersekolah di SMK Hiyatul Quran Pekuncen, Banyumas. Terkait pemahaman mereka terhadap demokrasi di era digital.
BHB, selepas diskusi bertema “ Demokrasi di Era Digital “, mengatakan para santri memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi. Meski mereka berada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) dengan akses alat komunikasi yang dibatasi, mereka tetap memahami esensi demokrasi, yakni kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat melalui mekanisme pemilu.
BHB menyebut dirinya terus melakukan pendidikan politik kepada berbagai kalangan, tidak hanya kepada masyarakat pemilih, tetapi juga generasi muda penerus bangsa. Tujuannya agar mereka dapat membawa demokrasi yang benar demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ini sangat menggembirakan. Para santri ini memiliki pemahaman yang baik terkait demokrasi. Meski akses komunikasi, khususnya HP, terbatas, antusiasme ini akan saya bawa untuk terus menularkan semangat ini kepada Gen Z lainnya,” kata BHB.
Gelaran dialog ini berlangsung di Gedung Olahraga Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/3/2026) . Dengan menghadirkan pengamat politik dari Unsoed, Ahmad Rofik, dan Kepala SMK Hiyatul Quran, Gus Ismi Muhammad.
Ahmad Rofik menjelaskan kepada puluhan santri mengenai tugas pokok anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah . Termasuk kepentingan rakyat terhadap anggota DPRD, yang mau memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Jangan pilih anggota DPRD atau dewan yang tidak berpihak kepada rakyat. Nanti mereka tidak akan mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Pilihlah anggota dewan berdasarkan rekam jejaknya, yang mau berdialog dengan masyarakat dan turun langsung ke lapangan,” kata Rofik.
Rofik juga menilai di era digital ini demokrasi bisa berjalan lebih baik atau sebaliknya, tergantung pada masyarakat. Namun, melalui pemahaman yang baik terkait demokrasi, pelaksanaannya akan semakin baik dengan dukungan sarana digital.
Dialog ini diikuti oleh puluhan santri. Mereka menanyakan berbagai hal, mulai dari maraknya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial hingga cara meningkatkan partisipasi di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....