Kemiskinan Cilacap Turun ke 9,41 Persen, Pemkab Siapkan Intervensi Tepat Sasaran
- 27 Feb 2026 14:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, pada tahun 2025 angka kemiskinan tercatat turun menjadi 9,41 persen, dari sebelumnya 10,68 persen.
Bupati Syamsul Auliya mengatakan jika penurunan angka kemiskinan ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah kolaborasi lintas sektor.
Peran perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL dinilai ikut berkontribusi, terutama dalam pemberdayaan masyarakat di kantong-kantong kemiskinan.
Berbagai program membuka peluang lapangan usaha baru, mendorong kreativitas kerajinan hingga produksi makanan olahan, sehingga masyarakat memiliki tambahan penghasilan dan lebih mandiri secara ekonomi.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa kemiskinan bukan semata persoalan ekonomi. Faktor sanitasi yang buruk juga bisa menjadi penyebab. Kondisi lingkungan yang tidak sehat berpotensi memicu persoalan lanjutan, mulai dari stunting hingga meningkatnya angka kematian ibu dan anak.
“Tahun ini kita targetkan berkurang, maka dari itu Saya tugaskan Pak Sekda untuk merumuskan program terkait dengan kemiskinan, apa saja, di daearah mana saja dan faktor utamanya apa, apa miskin itu karena faktor karena tidak punya rumah layak huni, tidak punya pekerjaan, atau mingkin karena faktor lain, yang akan kita cari permasalahan dan kita berikan solusinya. Dan kita tidak hanya konsep memberi ikan tetapi konsep pemberdayaan, memberi kailnya juga, artinya kemandirian,” katanya
Bupati juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD untuk menyinkronkan programnya dengan agenda pengentasan kemiskinan, terutama di desa-desa yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi.
Salah satu upaya pengentasan kemiskinan di cilacap dilakukan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang melaksanakan Program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Pada Kamis, 26 Februari 2026.
Program yang menyasar 1.028 warga kategori desil satu atau miskin ekstrem ini dihadiri langsung oleh Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko. Menurutnya pengentasan kemiskinan bisa diibaratkan dengan lari estafet, di mana harus konsisten dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....