Cegah Perang Sarung, Polresta Banyumas Perketat Pengawasan
- 27 Feb 2026 11:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Polresta Banyumas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama bulan suci Ramadan, terutama dalam mengantisipasi maraknya aksi perang sarung dan penyalahgunaan petasan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Binmas Polresta Banyumas, Kompol Sutrisno, S.H., M.H.,.
Hingga saat ini, pihak kepolisian mencatat telah terjadi masing-masing dua kejadian terkait perang sarung dan petasan di wilayah hukum Banyumas. Titik kerawanan terdeteksi berada di wilayah Rawalo dan Sumbang.
Dalam salah satu penindakan di Rawalo, petugas mengamankan 18 remaja yang kedapatan membawa sarung yang telah dimodifikasi (dibundel) dan diisi dengan batu. Sementara itu, di wilayah perbatasan, petugas juga mengamankan 8 remaja yang diketahui berasal dari luar daerah seperti Sempor dan Gombong (Kebumen).
"Anak-anak yang kami amankan rata-rata berusia di bawah umur, antara 14 hingga 18 tahun. Langkah pembinaan kami lakukan dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah agar ada efek jera dan permintaan maaf langsung," ujar Kompol Sutrisno.
Berdasarkan hasil pemetaan intelijen dan Bhabinkamtibmas di 330 desa/kelurahan, pihak kepolisian telah mengidentifikasi pola waktu dan lokasi yang sering digunakan untuk aksi tersebut. Lokasi rawan sendir meliputi area kosong, lapangan, dan gang sepi, tentunya biasa di waktu menjelang atau setelah salat tarawih dan menjelang sahur.
Guna menekan angka kriminalitas remaja, Sat Binmas Polresta Banyumas menggencarkan berbagai program edukasi. Di antaranya Police Go To School (Sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah), Safari Kamtibmas, dan Optimalisasi Bhabinkamtibmas.
Kompol Sutrisno menekankan bahwa menciptakan Ramadan yang aman adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian. Ia meminta para orang tua untuk lebih peduli dan memantau pergaulan anak-anak mereka.
"Aman harus diciptakan bersama. Area di rumah adalah tanggung jawab orang tua, sedangkan kami melayani saat mereka keluar rumah. Mari kita aktifkan telinga dan mata kita, jangan tidak respon. Semua pihak harus 'open' demi menjaga Banyumas tetap kondusif hingga Idulfitri nanti," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....