Debat Kandidat UNUGHA: Mahasiswa Merasa Ruang Aspirasi Dibatasi
- 26 Feb 2026 07:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) menggelar Debat Kandidat pada Rabu (25/2/2026) di Aula Fakultas Keagamaan Islam (FKI). Acara yang mengagendakan pemaparan visi, misi, dan esai bagi calon Presiden Mahasiswa (Presma) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ini sempat diwarnai ketegangan antara peserta dan penyelenggara.
Acara awalnya berjalan sesuai agenda, di mana para kandidat membedah visi misi mereka. Namun, situasi mulai memanas saat memasuki sesi tanya jawab. Beberapa pihak merasa ruang dialektika bagi audiens terlalu dibatasi oleh aturan teknis penyelenggara.
Kritik keras datang dari Sinar Kuncoro Jati, Ketua KMPA Ighopala. Ia menyayangkan kebijakan KPUM yang dianggap memangkas durasi interaksi yang seharusnya menjadi momen krusial bagi mahasiswa untuk menguji kapasitas calon pemimpinnya.
"Ini kan ajang debat, seharusnya sesi debat dimaksimalkan. Kenapa justru dibatasi?" cetus Sinar di tengah forum.
Menanggapi protes tersebut, Ketua KPUM Marufatul Khouro memberikan jawaban tegas terkait batasan teknis dan format acara. Ia menekankan bahwa fokus utama acara adalah antar kandidat, bukan debat dengan audiens.
"Mengingat waktu yang terbatas, untuk diskusi atau pertanyaan lebih banyak, silakan nanti diteruskan di luar. Ini kan seharusnya debat antar kandidat, bukan debat dengan audiens (kandidat hanya satu). Ketentuan dari KPUM memang seperti itu. Jika kamu tidak setuju, silakan keluar pada acara seterusnya," tutur Marufatul dengan lugas.
Di sisi lain, Nur Hidayat, Ketua KPUM periode sebelumnya, melihat adanya kendala dalam koordinasi lapangan yang turut memicu ketegangan.
"Adanya miskomunikasi antara MC dan KPUM, di mana MC hanya membacakan satu pertanyaan dari panelis," jelas Nur Hidayat. (Ridwan Nawawi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....