Baznas Banyumas Bekali 100 Mustahik Ilmu Manajemen Ritel

  • 25 Feb 2026 19:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas menggelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi para calon penerima manfaat program Z-Mart. Pelatihan diselenggarakan di Pendopo Si Panji Purwokerto pada Rabu (25/2/2026), dan diikuti sebanyak 100 mustahik.

Ketua Baznas Banyumas Khasanatul Mufidah menyampaikan bahwa LDK menjadi agenda lanjutan dalam program Z-Mart yang sudah dilaunching akhir tahun lalu. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembelakan bagi mustahik agar memiliki kesiapan dalam mengelola usaha ritel secara mandiri.

“Pelatihan ini wajib diikuti calon penerima manfaat karena di dalamnya ada materi tentang manajemen usaha, yang dibawakan oleh Ketua Aspikmas Pujianto,” kata Khasanah.

Khasanatul Mufidah menambahkan, peserta pelatihan merupakan pelaku usaha ritel mikro, namun masih dalam kategori ekonomi prasejahtera. Sebelumnya, mereka telah melalui tahap survei dan asesmen untuk memastikan kelayakan calon penerima manfaat.

“Peserta yang hadir di sini semuanya sudah punya usaha kelontong. Ada yang usahanya sudah jalan puluhan tahun atau baru merintis, tetapi dari sisi pendapatan mereka masih di bawah desil kemiskinan,” ucap Khasanah.

Pada tahap awal, Baznas Banyumas akan menggelontorkan bantuan modal sebesar Rp800 juta dan renovasi warung untuk 100 pelaku usaha calon penerima manfaat program Z-Mart. Bantuan tersebut tidak diberikan begitu saja, melainkan disertai dengan pendampingan, penguatan branding, manajemen usaha, hingga dukungan rantai pasok.

“Saya berharap, mereka yang hari ini menerima bantuan, di waktu mendatang menjadi muzakkki atau pemberi bantuan,” tutur Khasanah.

Kehadiran program Z-Mart ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menilai, Z-Mart merupakan salah satu bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang diarahkan untuk memperkuat usaha ritel mikro, khususnya di wilayah perkotaan.

Ia berharap melalui kegiatan ini para mustahik calon penerima manfaat program Z-Mart dapat meningkatkan kapasitas usaha warung yang dimilikinya agar mampu tumbuh dan berkembang di tengah persaingan pasar ritel modern.

“Di tengah menjamurnya ritel modern, pelaku usaha kecil dituntut untuk mampu beradaptasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saingnya,” ucap Lintarti.

Lintarti juga mengapresiasi pendekatan intervensi yang dilakukan oleh Baznas Banyumas dalam program Z-Mart yang memberikan bantuan modal, penguatan branding melalui renovasi warung, pengembangan rantai pasok, dukungan teknologi, serta pendampingan berbasis kelompok dan personal.

Sementara itu, salah satu calon penerima manfaat Kusirah mengaku antusias mengikuti pelatihan ini arena ingin menambah pengetahuan dalam mengelola usaha kelontong yang telah dijalaninya selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, program Z-Mart dari Baznas Banyumas ini menjadi harapan baru untuk mengembangkan usaha kecilnya.

“Program seperti ini sangat menunjang sekali untuk usaha saya karena akhir-akhir ini omzet agak merosot akibat persaingan dan daya beli masyarakat sedang turun,” tutur warga Karanglewas Lor itu. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....