Dampak Banjir Lumpur Terhadap Pariwisata Banyumas

  • 25 Feb 2026 17:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Banjir lumpur yang terjadi di kawasan lereng selatan Gunung Slamet, khususnya wilayah wisata Baturraden dan sekitarnya, berdampak pada sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat. Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut yang membawa material pasir dan lumpur ke aliran sungai.

“Yang utama penyebabnya itu adalah hujan dengan curah hujan yang tinggi dan durasinya cukup lama. Posisi lereng Gunung Slamet juga sangat terjal, sehingga material pasir dan lumpur mudah terbawa arus,” kata Awal Sudiono selaku Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas dalam Dialog Kentongan di RRI Purwokerto, Selasa (24/2/2026).

Koordinator River Tubing Dayung Adventure Damar Payung, Parno, menyebut operasional wisata sempat dihentikan sementara pascabanjir. Ia menambahkan, dampak paling terlihat adalah pendangkalan sungai dari kedalaman sekitar sembilan meter menjadi 40 sentimeter.

“Kurang lebih satu minggu sampai sepuluh hari kita tutup, kemudian kita sudah buka kembali. Sekarang sudah aman, hanya sisa material di beberapa titik,” katanya.

BPBD bersama relawan dan pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat koordinasi saat hujan lebat. Jika terjadi hujan, pengelola wisata harus segera mengingatkan wisatawan untuk menjauh dari sungai.

Air bisa naik sangat cepat, bukan menit tapi detik. Upaya mitigasi dilakukan melalui komunikasi intensif antara BPBD, relawan, dan pengelola destinasi wisata.

Pengelola wisata berharap dukungan semua pihak untuk memulihkan kepercayaan wisatawan. Ia menegaskan, kesiapsiagaan pengelola dan kepatuhan pengunjung terhadap aturan menjadi kunci agar pariwisata tetap aman dan berkelanjutan.

“Silakan berwisata ke Baturraden dan sekitarnya, semua sudah bisa dikunjungi. Pastikan mengikuti SOP di setiap destinasi,” kata Parno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....