Buka Gratis Prasmanan, Masjid Ini Sediakan 600 Porsi Per Hari
- 24 Feb 2026 10:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Masjid Jami’ 17 Purwokerto sempat ramai diperbincangkan pada Ramadan ini karena menyediakan buka puasa bersama secara prasmanan. Dalam sehari Masjid ini dapat menyediakan 500-600 porsi menu buka puasa.
Program ini dijalankan oleh Bestma, kelompok mahasiswa yang menerima beasiswa dari Lazismu dan menjadi relawan di hampir semua kegiatan Masjid 17. Selain program buka puasa bersama, Bestma juga mengadakan kegiatan ngabuburit bersama seperti baca Qur’an, Zikir Petang, hingga kultum menjelang Maghrib.
Zaki, Ketua Bestma, mengungkapkan bahwa menu buka puasa didanai oleh Lazismu dan dimasak oleh para relawan. Ia juga menceritakan bagaimana program buka puasa prasmanan ini dijalankan pertama kali pada tahun 2023.
“Pas tahun 2023 kan awal belum ramai ya dan ternyata pas tahun lalu itu hari pertama masih biasa dan hari kedua itu langsung ramai. Nah itu kebetulan kan kita pas itu hanya menyiapkan 300 porsi, cuma yang datang itu sekitar 600 atau 700. Jadi kita itu pas itu kaget, jadi sembari buka prasmanan kita juga masak lagi dadakan, dan kurang lagi akhirnya kita beli makanan seperti nasi padang biar jemaah yang datang itu tetap kebagian, tetap bisa makan,” ujar Zaki saat diwawancarai RRI Purwokerto, Selasa (24/02/2026).
Jika pada sore hari terdapat program ngabuburit bersama dan buka puasa bersama, di pagi harinya masjid ini mengadakan kegiatan pengajian. Pengajian ini diadakan hampir setiap hari pada pukul sembilan pagi bertempat di lantai satu Masjid 17.
Pengajian ini ditujukan agar umat muslim paham betul mengenai hukum, syariat, serta praktik agama islam. Bunda Bening, Ketua Majelis Taklim Bina Nisa Masjid 17, Bening mengungkapkan harapannya terhadap diadakannya pengajian rutin ini.
“Jadi orang itu enggak katanya-katanya. Jadi jemaah Bina Nisa itu dari dasar orang salat seperti apa, sumbernya dari mana, salat yang benar seperti apa dari cara wudu yang benar, thaharah yang benar apa itu asal muasalnya, itu ada semua. Sampai ke jenjang berikutnya kayak model salat yang benar seperti apa. Jadi insyaallah jemaah di sini tuh kita pahamkan,” tutur Bening.
Disamping aktifnya kegiatan-kegiatan di Masjid ini, terdapat juga fasilitas-fasilitas pendukung yang disediakan. Seperti contohnya, penyediaan kasur untuk musafir atau untuk iktikaf.
Diadakannya fasilitas kasur ini ditujukan untuk menekankan bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah saja, melainkan juga bisa sebagai pusat aktivitas kegiatan umat. Sebagaimana yang diungkapkan Bunda Bening bahwa masjid bukan hanya untuk shalat dan mengaji.
“Jadi di sini masjid adalah buat segala-galanya, bukan hanya buat salat dan ngaji, tapi untuk menampung orang-orang yang mungkin butuh penginapan, Masjid 17-lah insyaallah memfasilitasi tempatnya. Kebetulan Masjid Muhammadiyah ini Masjid Percontohan se-Indonesia, dengan banyaknya kegiatan yang ada,” ucapnya.
Harapannya dari semua kegiatan yang diadakan oleh Masjid 17 semua pengurus bisa terus berkoordinasi dengan baik demi menciptakan kegiatan-kegiatan yang berdampak untuk kemakmuran masjid dan umat Islam. Juga bagi semua umat muslim diharapkan senentiasa nyaman selama mengikuti kegiatan-kegiatan di masjid ini. (Azra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....