Polres Kebumen Perketat Pengawasan Petasan Menjelang Ramadan

  • 24 Feb 2026 00:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen: Bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, persoalan petasan kembali menjadi perhatian serius aparat di Kabupaten Kebumen. Tradisi menyalakan mercon yang kerap dianggap sebagai bagian dari kemeriahan justru dinilai berisiko tinggi, karena sudah berulang kali menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Kebumen menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Setda Kebumen, Senin (23/2/2026) pagi. Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kapolres Kebumen I Putu Bagus Krisna Purnama, unsur Forkopimda, jajaran pejabat utama Polres, para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, perwakilan TNI dari Kodim 0709 Kebumen, serta camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis menekankan bahwa upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus dilakukan secara nyata, tidak sebatas imbauan. Aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa diminta aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi sekaligus melakukan pengawasan.

“Korban akibat petasan sudah banyak, sudah ditindak, tetapi masih terus terjadi. Karena itu, kita harus hadir sebelum masalah muncul,” ujar Lilis.

Tak hanya soal petasan, Bupati juga menyoroti persoalan lain seperti balap liar, peredaran minuman keras, dan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketenangan warga. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kebumen mendukung penuh langkah kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif selama bulan suci.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengingatkan bahwa kejadian ledakan petasan di sejumlah daerah, seperti Grobogan dan Boyolali, harus dijadikan peringatan agar insiden serupa tidak terjadi di Kebumen. Ia memerintahkan jajaran Reskrim dan Bhabinkamtibmas segera menindak jika ditemukan aktivitas produksi petasan ilegal di wilayahnya.

Kapolres juga menyinggung insiden tawuran yang sebelumnya terjadi di Sruweng. Menurutnya, penanganan kenakalan remaja memerlukan sinergi semua pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, hingga peran orang tua dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.

"Penanganan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Polri, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah desa, kecamatan, dan orang tua," ujar Kapolres.

Selain itu, pengawasan di ruang digital turut menjadi perhatian. Kepolisian akan meningkatkan pemantauan media sosial guna mendeteksi potensi ajakan atau pergerakan kelompok remaja yang mengarah pada aksi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya. Penegakan hukum secara tegas akan diterapkan untuk memberikan efek jera.

Guna memastikan keamanan selama Ramadan, Polres Kebumen bersama TNI dan pemerintah daerah berencana melaksanakan patroli terpadu berskala besar mulai pekan ini. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan sekaligus menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah. (Humas Polres Kebumen)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....