Program KKN UIN SAIZU, Ubah Sampah Jadi Berkah

  • 22 Feb 2026 22:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 57 Kelompok 23 dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melaksanakan program bertema BERTASBIH (Beres, Tuntas, lan Bersih) di Desa Karangpule, Kabupaten Purbalingga, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengelolaan sampah dan penghijauan sebagai langkah membangun sistem kebersihan desa yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Rangkaian program diawali dengan seminar pemaparan rencana kerja yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kalangan pemuda. Pertemuan itu menjadi wadah menyatukan komitmen antara mahasiswa dan warga dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Ketua Kelompok 23 menjelaskan, BERTASBIH tidak hanya mendorong perubahan pola pikir dan perilaku hidup bersih, tetapi juga mengoptimalkan fasilitas desa yang sudah tersedia. Beberapa sarana yang diidentifikasi antara lain kendaraan pengangkut sampah, tungku pembakaran, serta tempat sampah terpilah.

Sebagai langkah awal, mahasiswa mengadakan sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga. Warga diedukasi untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya agar proses pengelolaan lebih efektif dan mampu menekan pencemaran lingkungan.

Inovasi lain yang diperkenalkan adalah pemanfaatan minyak jelantah. Limbah minyak goreng bekas dari rumah tangga diolah menjadi lilin aromaterapi melalui proses penyaringan, pewarnaan, dan penambahan minyak esensial, yang dinilai memiliki nilai guna serta peluang ekonomi bagi warga.

Kepala Dusun Karangpule, Prayit, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Ia menilai sosialisasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan bank sampah di desa.

“Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Semoga pengelolaan bank sampah nantinya dapat berjalan konsisten dan mampu menyelesaikan permasalahan sampah di tingkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menggelar pelatihan daur ulang sampah plastik bagi ibu-ibu PKK dan Fatayat. Kantong kresek bekas dimanfaatkan menjadi kerajinan bunga anggrek sebagai bentuk penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif.

Dukungan turut diberikan pengelola BUMDes Karangpule yang memasukkan pengelolaan sampah sebagai salah satu agenda strategis desa. Ketua BUMDes, Nanang Prayitno, menyebut pihaknya tengah menyusun rencana pembentukan unit usaha pengelolaan sampah, termasuk kerja sama penjualan minyak jelantah dengan pengepul serta pengembangan bank sampah yang lebih terstruktur.

“Dengan adanya mahasiswa KKN, kami memiliki gambaran untuk mengelola hasil pelatihan, seperti penjualan minyak jelantah melalui kerja sama dengan pengepul serta pengembangan unit bank sampah yang lebih terkonsep,” katanya.

Untuk meningkatkan kesadaran warga, mahasiswa juga memasang papan informasi mengenai waktu penguraian sampah. Selain itu, dilakukan pendataan kesiapan warga dalam membayar iuran sampah sebagai langkah evaluasi efektivitas program.

Sejumlah warga mengaku mulai terbiasa memilah sampah setelah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai program BERTASBIH memberikan pengetahuan praktis yang bermanfaat sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.

Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Desa Karangpule. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan sistematis serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....