Meski Ramadan, BPBD Banyumas Minta Masyarakat Tetap Waspada
- 21 Feb 2026 12:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki bulan suci Ramadhan hingga Idulfitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan seiring masih tingginya intensitas curah hujan yang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya mitigasi dan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan desa agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Memasuki Ramadhan dan Lebaran, kami tetap siaga, terutama karena saat ini masih dalam periode musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kami mengimbau wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, sejumlah wilayah di Banyumas bagian selatan menjadi titik rawan banjir, seperti Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen. Selain itu, daerah yang berada di sepanjang aliran Sungai Serayu, termasuk wilayah Rawalo dan sekitarnya, juga berpotensi terdampak luapan air sungai saat curah hujan tinggi.
Tidak hanya itu, wilayah yang dilalui Sungai Pelus dan Sungai Banjaran juga menjadi perhatian khusus BPBD. Intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan sehingga berisiko menimbulkan banjir di kawasan tersebut.
Sementara itu, potensi tanah longsor banyak terjadi di wilayah perbukitan dan pegunungan. Beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan longsor antara lain Wangon, Lumbir, Gumelar, Jatilawang, hingga Cilongok, terutama saat terjadi hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi.
Menurut Dwi, kondisi cuaca ekstrem bisa membuat potensi bencana dapat terjadi hampir merata di berbagai wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal terjadinya bencana.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi bencana kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun langsung ke BPBD Kabupaten Banyumas. Laporan cepat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara optimal dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“BPBD Banyumas siap siaga selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan demi keselamatan bersama,” katanya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi risiko bencana selama periode Ramadhan dan Lebaran dapat diminimalkan. Upaya mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....