Prapaskah Ajak Umat Katolik Wujudkan Kasih dan Toleransi

  • 20 Feb 2026 05:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Prapaskah tahun ini diharapkan bukan hanya menjadi momentum ibadah secara pribadi, tetapi juga harus mewujudkan bentuk amal kasih bersama bagi semua orang. Hal ini disampaikan oleh umat Katolik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto sekaligus Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas, F.A. Agus Wahyudi, Rabu (18/2/2026).

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik akan melaksanakan Retret Agung selama 40 hari. Umat Katolik diajak untuk menyadari dosa dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui tiga hal, yaitu mengadakan doa, pertobatan, dan amal kasih.

“Diawali dengan menerima abu di dahi masing-masing umat. Abu itu menyadarkan bahwa kita ini berasal dari tanah akan kembali kepada tanah, dari abu kembali kepada abu, dan menandakan bahwa kita ini orang yang penuh dosa,” jelas Agus.

Selama 40 hari, umat Katolik akan mengadakan pertemuan di tingkat kelompok kecil untuk mendalami Percakapan Rohani. Salah satu tema yang dibahas adalah “Iman Tanpa Perbuatan Mati”, guna mendukung kegiatan pemberdayaan sekaligus sebagai bentuk bantuan sosial melalui Aksi Puasa Pembangunan.

Menurut F.A. Agus Wahyudi, prapaskah merupakan kesempatan bagi umat Katolik utuk memperbaharui diri melalui masa pertobatan. Namun, pertobatan atau kesalehan pribadi tersebut harus diwujud-nyatakan melalui amal kasih, salah satunya melalui Aksi Puasa Pembangunan.

“Umat selama 40 hari mengumpulkan dana, lalu dana itu akan dikumpulkan dalam satu Gereja, satu Keuskupan, seluruh Indonesia. Lalu dananya buat siapa? Bagi mereka saudara-saudara kita yang membutuhkan. Maka ada dua: ada namanya kesalehan pribadi (doa dan pertobatan) dan ada juga namanya kesalehan sosial dalam wujud Aksi Puasa Pembangunan,” kata Agus.

Aksi Puasa Pembangunan ini merupakan wujud perhatian bukan hanya untuk umat Katolik, tetapi juga untuk seluruh umat yang membutuhkan. Dana dari Aksi Puasa Pembangunan dapat disalurkan untuk bedah rumah ataupun pemberdayaan UMKM.

Dalam memperkuat persaudaraan lintas agama, Paroki Katedral Kristus Raja juga memiliki acara “Sobat” atau Sore Berbagi Berkat selama bulan Ramadan. Adapula “Silaturahmi Kebangsaan”, dimana seluruh umat beragama akan berkunjung ke tokoh-tokoh umat muslim saat Hari Raya Idul Fitri nanti.

“Itu bagian dari bagaimana kita mewujudkan toleransi, semangat kebersamaan dalam hidup di negara Indonesia yang mendasarkan diri pada Pancasila,” tutur Agus.

F. A. Agus Wahyudi berharap, Prapaskah yang juga datang bersamaan dengan Perayaan Imlek dan bulan Ramadan, dapat menjadi momentum untuk saling berbuat kebaikan untuk semua orang tanpa terkecuali. (Aisha Rahmadanny Widodo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....