Penjual Bumbu Giling Prediksi Kenaikan Harga Selama Ramadan

  • 18 Feb 2026 16:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Penjual bumbu giling Pasar Manis Purwokerto alami kenaikan permintaan menjelang bulan Ramadan. Kenaikan permintaan ini diprediksi akan mengakibatkan kenaikan harga bumbu giling.

Desi, penjual bumbu giling di Pasar Manis mengungkapkan, kiosnya mengalami peningkatan peminatan produk mendekati bulan puasa. Dari berbagai bumbu giling yang dijual, bumbu rendang merupakan produk yang paling diminati selama Ramadan.

“Kalau puasa biasanya paling banyak itu bumbu rendang, karena gampang disimpan buat sahur, buat buka, lebih praktis juga,” tutur Desi saat diwawancarai RRI pada Rabu (18/2/2026).

Selain bumbu giling rendang, bumbu giling yang dijual di kios-kios Pasar Manis antara lain seperti bumbu gulai, opor, tongseng, rica-rica, nasi kebuli, hingga bumbu pecel. Mayoritas penjual bumbu giling di Pasar Manis memproduksi bumbu secara rumahan sesuai dengan permintaan pelanggan.

Harga bumbu giling bervariatif, untuk bumbu rendang dan opor ukuran daging seperempat kilo dijual dengan harga Rp5.000, ukuran daging setengah kilo dijual dengan harga Rp10.000, dan ukuran spesial dijual dengan harga Rp20.000. Harga penjualan saat ini tergolong masih stabil dan belum mengalami kenaikan harga, namun menjelang lebaran nantinya, bumbu giling diprediksi akan naik menyesuaikan dengan bahan pokok bumbu giling.

“Kalau untuk sementara ini bahan pokok sih udah mulai naik ya, cuma kita jualnya masih stabil. Mungkin kalau lebaran nanti ya biasanya sih naik sedikit,” kata Desi.

Permintaan terhadap bumbu giling diprediksi akan meningkat drastis mendekati lebaran. Biasanya pembeli mulai memadati kios-kios bumbu giling di H-3 sebelum lebaran.

Dengan adanya permintaan yang melonjak di bulan Ramadan hingga mendekati lebaran, penjual bumbu giling telah mempersiapkan stok khusus lebaran. Ira, penjual bumbu giling lainnya di Pasar Manis, mengungkapkan bahwa permintaan bumbu giling yang meroket dari Ramadan hingga mendekati lebaran ini membuatnya harus menambah stok hingga berkali-kali lipat.

"Tiga kali lipat. Kalau pas malam Lebaran bisa sampai 10 kali. Itu berlaku ke semua bumbu ya. Kalau malam Lebaran itu yang (laris) opor, rendang, sama ayam goreng,” ujar Ira.

Kelancaran usaha bumbu giling ini juga bergantung pada harga dan stok bahan pokok. Jika bahan pembuatan bumbu giling naik, maka harga bumbu giling bisa dipastikan akan turut mengalami kenaikan harga.(DSY/Aisha)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....