Sinergi Pusat-Daerah Percepat Pemulihan Wisata Guci

  • 18 Feb 2026 13:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Tegal — Pemerintah Kabupaten Tegal terus mempercepat penanganan bencana serta pemulihan kawasan wisata Guci melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat. Berbagai langkah perbaikan fisik hingga penataan sistem pengelolaan kawasan kini tengah diusulkan dan dikawal bersama sejumlah kementerian terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, mengatakan pemulihan Guci menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola. Salah satu aspirasi masyarakat yang mencuat adalah terkait pengelolaan Pancuran 13 yang selama ini dikelola BKSDA bekerja sama dengan pihak swasta.

"Ada tuntutan dari masyarakat yang berharap air panas digratiskan. Kami dari pemerintahan kepada BKSDA adanya pengelolaan yang sifatnya satu pintu," tutur Amir.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengusulkan adanya sistem pengelolaan terpadu, khususnya untuk distribusi air panas ke objek wisata, hotel, dan rumah warga agar dikelola melalui satu pintu. Usulan tersebut telah diterima dan mulai dibahas bersama Kementerian Pariwisata dan pihak terkait lainnya.

Dari sisi infrastruktur, Amir menjelaskan terdapat sejumlah kerusakan yang membutuhkan penanganan serius. Di kawasan Bukit Perkasa misalnya, terjadi perubahan alur sungai yang memerlukan pemasangan bronjong untuk mencegah longsor susulan. Usulan tersebut telah disampaikan saat kunjungan bersama BNPB dan Kementerian PUPR.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pengembalian jalur sungai ke alur semula dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar. Sementara itu, bendungan yang berfungsi mengairi sekitar 600 hektare sawah dilaporkan mengalami kerusakan parah dan membutuhkan rehabilitasi dengan estimasi anggaran mencapai Rp10 miliar.

Kerusakan juga terjadi pada Jembatan Jedor di atas kawasan Pancuran 13 yang putus total akibat bencana. Saat ini pemerintah tengah melakukan penanganan darurat, sementara untuk pembangunan permanen diusulkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Revitalisasi jembatan di sisi kiri Pancuran 13 juga diusulkan dengan estimasi biaya yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....