Pemprov Jateng Kucurkan Bantuan Rp239 Juta di Padasari
- 18 Feb 2026 10:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp239 juta untuk penanganan dampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (17/2/2026).
Dalam kunjungannya, Wagub menyapa para pengungsi serta memastikan kondisi kesehatan, ketersediaan logistik, dan kesiapan sarana ibadah menjelang Ramadan.
Di hadapan warga terdampak, Taj Yasin mengimbau masyarakat tetap kuat dan menjaga kesehatan di tengah situasi sulit.
“Menjelang Ramadan, saya berharap mereka tetap menjaga kesehatan dan bahagia menjalankan ibadah. Apalagi di dekat sini tersedia musala, sehingga ibadah dapat tetap dilaksanakan. Kami pastikan kebutuhan sahur dan berbuka telah disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebutuhan spiritual masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah, mengingat mayoritas warga aktif dalam kegiatan keagamaan.
“Mayoritas warga di sini religius dan aktif di majelis serta pesantren. Kami memastikan musala di lokasi pengungsian siap digunakan selama Ramadan. Tidak hanya di sini, tetapi juga di lokasi pengungsian lainnya,” katanya.
Selain itu, Wagub juga meninjau layanan kesehatan dan distribusi bantuan. Ia menyebut kondisi pengungsi relatif sehat dan kebutuhan dasar telah tercukupi, meski kenyamanan tentu berbeda dibandingkan tinggal di rumah sendiri.
“Alhamdulillah kondisi pengungsi sehat dan layanan berjalan baik. Meski belum nyaman karena bukan di rumah sendiri, percepatan pembangunan hunian sementara diperlukan. Saat ini telah dibangun sekitar 540 unit, dan masih dibutuhkan lahan untuk sekitar 360 unit, sehingga totalnya mencapai 900 unit sesuai jumlah rumah terdampak,” jelasnya.
Taj Yasin menambahkan, pemerintah terus mengawal percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyiapkan solusi hunian tetap (huntap). Ia mengakui terdapat tantangan karena satu rumah terdampak dapat dihuni lebih dari satu kepala keluarga.
“Kami akan mencarikan solusi, karena satu rumah bisa dihuni dua hingga lima kepala keluarga. Selain itu, lahan yang tersedia belum direkomendasikan BMKG karena masih labil. Kami memastikan lokasi yang tepat dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, mengatakan pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian huntara sebelum Lebaran.
“Kami bekerja keras agar huntara yang dibangun di Desa Capar, Jatinegara, segera selesai dan dapat difungsikan sebelum Lebaran,” ujarnya.
Pengungsi Waydi Supratman berharap pembangunan hunian segera direalisasikan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami berharap pembangunan hunian dipercepat, baik sementara maupun permanen, karena Ramadan segera tiba dan tentu menyedihkan jika Lebaran masih di pengungsian,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....