Tradisi Nyadran Masih Melekat di Purbalingga
- 18 Feb 2026 04:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Masyarakat Purbalingga penuh suka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan menggelar tradisi Nyadran.Tradisi Nyadran menjadi wujud rasa syukur sekaligus bentuk kegembiraan menyambut datang nya bulan puasa.
Ketua PAC Ansor Bukateja Ma'ruf mengatakan menjelang bulan puasa ia bersama rekan organisasi PAC Ansor Bukateja melaksanakan Nyadran dengan ziaroh makam dan silaturahmi ke pondok pesantren di wilayah kecamatan Bukateja.
"Kita ziaroh untuk mendoakan leluhur dan safari ke pondok pesantren untuk mempererat silaturahmi," katanya.
Salah satu warga asal desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga Agus Suranto menceritakan Tradisi Nyadran di desanya yakni warga melakukan gorong royong bersih makam kemudian tabur bunga serta mendoakan leluhur.
"Kalau di tempat desa saya itu ada tumpeng itu dibawa ke pesarean dimakan setelah warga selesai resik pesarean," ungkapnya.
Sedangkan warga di kecamatan Kutasari Ahmad Sumeri mengatakan Tradisi Nyadran di desa nya yakni dengan memberi sepiring nasi dan lauk kepada sanak saudara serta tetangga dengan teriring harapan diberkahi selama bulan Ramadhan.
"Kalau dulu itu waktu saya masih kecil, nyadran di tempat saya itu kumpul dan berdoa bersama terus ada kepungan," imbuhnya.
"Nah sekarang Nyadran ya sekedar kita masak untuk sodakohan sama tetangga, saudara walau hanya satu piring," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....