Hok Tek Bio Gelar Imlek Sederhana Sarat Toleransi

  • 17 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto akan difokuskan pada kegiatan ibadah dan kebersamaan lintas masyarakat. Pengurus klenteng memastikan rangkaian acara tahun ini berlangsung lebih sederhana, sekaligus menyesuaikan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Pada malam pergantian tahun, umat akan melaksanakan sembahyang tepat pukul 00.00 WIB untuk menyambut Tahun Baru 2577. Ibadah di klenteng berlangsung secara personal, di mana umat datang bersama keluarga untuk berdoa, kemudian kembali pulang.

Kepala Pengurus Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto, Suryana, menegaskan, secara prosesi tidak ada perbedaan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tradisi seperti pembersihan patung sebelum Imlek, sembahyang menyambut tahun baru, hingga Cap Go Meh tetap dilaksanakan sebagai warisan leluhur.

Masyarakat yang akan melakukan sembahyang biasanya sudah mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB. Sementara itu, pengurus klenteng akan melaksanakan sembahyang bersama sekitar 40 hingga 60 orang saat tengah malam.

“Kalau di klenteng, ibadahnya lebih bersifat pribadi. Umat datang bersama keluarga, sembahyang, lalu pulang. Nanti tengah malam baru pengurus bersama sekitar 40 sampai 60 orang melakukan sembahyang bersama,” ujar Suryana.

Selain perayaan Imlek, agenda besar lainnya adalah rangkaian Cap Go Meh yang dikemas dalam kegiatan bertajuk Ngabuburit Bareng Barongsai dan Liong. Perayaan tersebut dimulai sejak sore hari sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

“Biasanya acara sore sampai malam, tapi sekarang kita geser jam empat sore. Kita menghargai saudara-saudara Muslim yang sedang berpuasa,” jelasnya.

Dalam rangkaian tersebut, panitia juga menggelar buka puasa bersama dengan sajian lontong Cap Go Meh. Sekitar 1.000 piring disiapkan untuk masyarakat umum yang ingin bergabung.

Setelah waktu berbuka hingga sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh kegiatan akan dihentikan agar tidak mengganggu pelaksanaan salat tarawih. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menghadirkan hiburan hingga malam hari, tahun ini acara dibuat lebih sederhana tanpa adanya sesi hiburan tambahan.

Suryana berharap perayaan Imlek tahun ini dapat dijalankan dengan sederhana dan penuh makna. Ia menegaskan, perayaan Imlek sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, melainkan dijalankan dengan khidmat sesuai ajaran agama.

“Tidak perlu berlebihan. Kondisi negara dan masyarakat juga sedang tidak mudah. Laksanakan dengan khidmat sesuai ajaran agama. Imlek milik umum, tapi bagi umat Khonghucu adalah hari raya keagamaan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....