Hujan Deras Picu Longsor di Cidadap, Dua Rumah Terancam

  • 16 Feb 2026 16:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Tanah longsor melanda Dusun Cidadap RT 02 RW 03, Desa Cidadap, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan turap rumah warga ambrol sepanjang kurang lebih 7 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Struktur tanah yang labil membuat longsoran tidak dapat dihindari dan meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan.

Dua rumah warga kini berada dalam ancaman jika hujan deras kembali turun. Rumah milik Nanto yang dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa serta rumah Mamat yang ditempati lima jiwa berpotensi terdampak apabila terjadi longsor lanjutan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, Taryo, menyampaikan bahwa tim UPTD PKBD Majenang bersama unsur Forkopincam Karangpucung dan perangkat Desa Cidadap telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pendataan dampak kerusakan.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD menyalurkan bantuan berupa karung plastik yang akan dimanfaatkan untuk membuat tanggul sementara dari bambu trucuk dan tanah urug guna menahan potensi longsor susulan.

Warga setempat turut bergotong royong melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan membongkar sebagian atap dapur guna mengurangi beban bangunan yang berada dekat titik longsor. Masyarakat yang terdampak juga diimbau melakukan evakuasi mandiri ke lokasi lebih aman apabila hujan deras kembali mengguyur.

Kerja bakti lanjutan dijadwalkan pada Senin, 16 Februari 2026. Rencananya, warga bersama petugas akan membuat turap darurat dari tanah yang dimasukkan ke dalam karung dan disusun sejajar sebagai penahan sementara. Area bekas longsoran juga telah diberi pembatas sederhana agar warga tidak beraktivitas terlalu dekat dengan lokasi rawan.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan karena struktur tanah masih labil. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, tidak menutup kemungkinan terjadi longsor susulan,” ujar Taryo.

BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan atau lereng untuk meningkatkan kewaspadaan. Tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah di sekitar bangunan, amblesan kecil, maupun rembesan air berlebih perlu segera dilaporkan. Selain itu, pembenahan drainase serta penguatan lereng secara bertahap dinilai menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....