Siswa SMAN 1 Sigaluh Ditantang Jadi CEO Kopi

  • 15 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Kondisi tak biasa ditemukan di kelas-kelas XII SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Jumat 13 Februari 2026. Pasalnya, kelas-kelas disulap oleh siswa menjadi ruangan cafe lengkap dengan desain interior cafe yang khas. Kelas XII 4 misalnya, dengan konsep tradisional Jawa, mereka menamakan cafenya "Griya Aksara". Para siswa pun secara totalitas tampil dengan balutan busana tradisional Jawa. Lain lagi dengan kelas XII 5, mereka menamakan cafenya dengan "Naskah Kopi", dengan desain memanfaatkan koran bekas, namun tetap kreatif dan menarik. Kelas XII 8 tak mau kalah, meski balutan warna dominan biru muda menyerupai dengan warna SPPG dapur MBG, namun cafe mereka yang bernama "Titik Temu" menawarkan menu-menu kopi dan juga makanan yang menggugah selera.

Mereka semua tengah melaksanakan kegiatan Final Project Sigaluh Barista. Tak tanggung-tanggung, juri penilai dalam kegiatan tersebut yaitu Gibran, owner dari Misisipi Kopi Banjarnegara. Gibran menilai efort yang sangat besar menunjukan para siswa serius dalam mempelajari mengenai dunia kopi. Menurutnya, kegiatan ini menantang bagi siswa untuk menjadi CEO yang menyamar sesungguhnya.

"Kita sangat terkesan dengan Kelas XII 1, dimana mereka sampai rela membawa barang-barang antik di rumah demi membuat suasana cafe mereka seperti yang mereka inginkan. Bahkan lengkap dengan kaset pita Michael Learn to Rock, Slank, Peter Pan dan lain-lain yang terkenal di tahun 90 an. Secara rasa kopi yang mereka buat juga sudah lumayan baik, mereka sudah mulai memahami tentang balance dan juga yang terpenting tentang hospitality kepada para pembeli. Itu kemajuan yang sangat berarti dari program ini. Mereka kita tantang benar-benar menjadi CEO yang menyamar, meskipun kecil-kecilan namun mereka benar-benar belajar mengenai bagaimana cara berbisnis yang sesungguhnya," ujar Gibran.

Para siswa memang tidak instan dalam menyiapkan Final Project ini. Sebelumnya, selama sepekan, mereka telah belajar mengenai pengolahan paska panen kopi, belajar barista, sampai mengunjungi Misisipi Kopi di Banjarmangu untuk mempraktikkan bagaimana mengelola sebuah cafe.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Henny Murdhiastuti mengungkapkan harapannya bahwa dengan kegiatan ini akan memberikan sumbangsih pembekalan skil bagi siswa kelas XII yang akan lulus beberapa bulan lagi. "Dengan bekal mengenai bisnis kopi ini, diharapkan para siswa ketika lulus dan mereka memilih berwirausaha, mereka telah memiliki skil khusus tentang bisnis. Mereka juga telah belajar mengenai bagaimana desain pemasaran, dan sebagainya. Harapannya tentu selain nanti mereka bisa kuliah sambil bekerja, juga yang tidak kuliah dapat langsung bekerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Banjarnegara," harap Henny.

Salah satu siswa kelas XII Ikhsan Mukhafidin mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat baginya karena membekali skil yang di sekolah tidak diajarkan dalam mata pelajaran. "Saya ingin kuliah sambil bekerja. Minimal saat ini saya sedikit-sedikit sudah bisa menjadi barista, sehingga sangat mungkin nanti saya kuliah di pagi hari, malamnya menjadi barista. Bekal yang sudah diberikan oleh para narasumber kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami," ujar Ikhsan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....