Integrated Terminal Cilacap Gelar Simulasi Keadaan Darurat

  • 15 Feb 2026 11:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap menggelar simulasi keadaan darurat level 0 di Unit Operasi Integrated Terminal Cilacap LPG, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan operasional dan perlindungan lingkungan sekitar serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi daeurat.

Simulasi Keadaan Darurat Kegagalan Teknologi Industri Akubat Sabotase terlaksana dengan melibatkan tim Integrated Terminal Cilacap serta sejumlah stakeholder instansi terkait, di antaranya Pertamina RU IV Cilacap, Pertamina Lubricant Production Unit Cilacap, Damkar Kabupaten Cilacap, TNI-Polri, RSPC, BPBD dan kawasan industri. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan koordinasi dan respons berjalan cepat serta terintegrasi saat menghadapi potensi kondisi darurat.

Dalam simulasi tersebut juga diperagakan skenario penanganan kebakaran oleh Tim Damkar gabungan, proses evakuasi pekerja dari area terdampak, serta penanganan korban oleh tim medis sesuai prosedur tanggap darurat.

Integrated Terminal Manager Cilacap, Rahmat Isya Ginanjar, menjelaskan bahwa latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel.

“Simulasi ini merupakan bentuk latihan respons cepat tanggap atas kondisi yang mungkin terjadi. Harapannya, apabila situasi darurat benar-benar terjadi, kami sudah terbiasa dan mampu melakukan penanganan secara cepat, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan tentu tidak mengharapkan terjadinya kondisi darurat. Namun sebagai pengelola objek vital energi, kesiapan harus selalu dijaga setiap saat.

"Tujuannya untuk meningkatkan dan memastikan kesiapsiagaan Kami dalam menghadapi kondisi sebenarnya, tentu Kita tidak berharap kondisi kedaruratan ini terjadi, namun Kami wajib selalu ready apabila kondisi darurat benar-benar terjadi,” katanya.

Selain melatih prosedur tanggap darurat, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menguji kesiapan peralatan secara langsung, termasuk pompa pemadam kebakaran beserta sistem cadangannya. Tim teknis pendukung juga dilibatkan untuk memastikan peralatan dapat segera ditangani jika terjadi kendala saat simulasi berlangsung.

Pelibatan instansi eksternal, lanjut Rahmat, bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Dengan demikian, apabila terjadi insiden, dukungan dapat segera diberikan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

"Kami melibatkan eksternal untuk melatih koordinasi juga, sehingga kami bersama stakeholder, selalu siap dalam melaksanakan penaggulangan darurat, sehingga dampak kepada masyarakat akan diminimalisir," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....