Curah Hujan Banyumas Raya Masih Tinggi hingga Maret

  • 11 Feb 2026 11:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) serta analisis dan prediksi curah hujan di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan pembaruan data hingga 9 Februari 2026, wilayah Banyumas Raya masih didominasi oleh kondisi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi dan berpotensi berlangsung hingga awal Maret 2026.

Dalam laporannya, BMKG mencatat, sebagian wilayah Banyumas Raya, khususnya Banyumas bagian utara, Purbalingga bagian utara, Banjarnegara, serta wilayah utara Cilacap, masuk dalam kategori Hari Tanpa Hujan sangat pendek. Yakni, hanya 1 hingga 5 hari tanpa hujan. 

Kondisi ini menandakan hujan masih terjadi secara cukup merata di wilayah tersebut. Dalam analisis curah hujan Dasarian ke-1 Februari 2026 atau periode 1 hingga 10 Februari, sebagian besar Jawa Tengah mengalami hujan dengan kriteria menengah hingga tinggi. 

Untuk wilayah Banyumas Raya, curah hujan sangat tinggi dengan akumulasi lebih dari 300 milimeter per dasarian terpantau di kawasan sekitar Pegunungan Slamet hingga Dieng, mencakup Banyumas bagian utara dan Purbalingga bagian utara. Sementara itu, curah hujan rendah dengan kriteria 0 hingga 50 milimeter per dasarian tercatat secara lokal di sekitar wilayah Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.

BMKG juga memprediksi, pada Dasarian ke-2 Februari 2026, peluang terjadinya hujan dengan kategori menengah hingga tinggi di Banyumas Raya masih sangat besar. Secara probabilistik, wilayah Purbalingga bagian utara, Banjarnegara bagian utara, serta Cilacap bagian utara memiliki peluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.

Sementara itu, berdasarkan prediksi deterministik curah hujan untuk periode Dasarian ke-2 Februari hingga Dasarian ke-2 Maret 2026, wilayah Banyumas Raya diperkirakan masih berada dalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi. Beberapa wilayah, terutama yang berada di sekitar pegunungan dan dataran tinggi, berpotensi menerima curah hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian. 

Secara umum, hingga awal Maret 2026, Jawa Tengah diprediksi berada pada kategori curah hujan menengah dengan kisaran 50 hingga 150 milimeter per dasarian. BMKG mengimbau masyarakat Banyumas Raya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah dataran tinggi dan daerah rawan longsor, seiring masih tingginya curah hujan dalam beberapa pekan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....