Dedikasi Bapak Bani Mempertahankan Eksistensi Toko Tradisional Banyumas
- 09 Feb 2026 10:48 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Toko alat rumah tangga tradisional yang dikelola oleh Bapak Bani telah berdiri kokoh selama lebih dari 40 tahun di tengah gempuran modernisasi. Usaha legendaris ini merupakan warisan turun-temurun yang kini diteruskan oleh Bapak Bani sebagai generasi kedua setelah dirintis oleh ibunya.
Meskipun zaman telah berubah drastis, toko ini tetap konsisten menjual berbagai perlengkapan kebersihan serta berbagai kerajinan tanah liat seperti celengan, guci, dan kendi yang mulai langka di pasaran. Salah satu produk unik yang paling banyak diburu setiap harinya adalah kendil ari-ari yang dijual dengan harga sangat terjangkau.
"Yang paling laris itu kendil ari-ari, hampir setiap hari ada yang beli dengan harga lima belas ribu rupiah satu set beserta tutupnya," ujar Bani, Jum’at (6/2/2026)
Seiring dengan pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih berbelanja melalui platform digital. Pendapatan harian yang dulu bisa mencapai ratusan ribu rupiah kini seringkali merosot tajam hingga di bawah angka seratus ribu rupiah saja.
Dampak nyata dari menjamurnya toko online sangat dirasakan oleh Bapak Bani yang secara sadar memilih untuk tetap bertahan dengan cara-cara konvensional. Beliau mengaku tidak tertarik mengikuti tren media sosial dan lebih memilih untuk setia menunggu pembeli yang datang langsung mengunjungi tokonya.
"Dulu pendapatan kotor bisa dua ratus ribu sampai tiga ratus ribu per hari, kalau sekarang dapat seratus ribu saja sudah sangat lumayan," jelasnya
Pasokan barang kerajinan seperti celengan dan guci biasanya didatangkan langsung dari perajin di Purwakarta hingga Klaten menggunakan sistem titip bayar atau konsinyasi. Namun, ketersediaan stok barang kerajinan tanah liat tersebut belakangan ini diakui sedang kurang lancar karena kendala dari pihak pemasok.
Meski harus menghadapi berbagai tantangan yang kian berat, Bapak Bani tetap setia melayani pelanggan dari kalangan kantoran maupun rumah tangga dan besar harapan agar toko ini laris untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Keberadaan toko ini menjadi simbol ketangguhan usaha tradisional yang menolak untuk punah di tengah arus modernisasi yang semakin masif menerjang. (DSY/Vera)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....