Kunci Ketenangan Jiwa: Membaca Al-Qur’an
- 09 Feb 2026 08:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Dialog interaktif “Mutiara Pagi” RRI Purwokerto membahas tema Kunci Ketenangan Jiwa Bagian 5 bersama Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt. Dalam kajiannya, Ustadz Hendro menegaskan bahwa ketenangan jiwa dapat diraih dengan fokus kepada Allah, tawakal, bersyukur, sabar, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Ustadz Hendro mengatakan bahwa kegelisahan sering muncul karena manusia terlalu terpaku pada keinginan, bukan pada kebutuhan yang telah Allah tetapkan. Menurut Ustadz Hendro, membaca Al-Qur’an dapat membantu menenangkan hati karena di dalamnya terdapat kisah-kisah kehidupan yang memberi pelajaran.
Ia mengutip Surah Yusuf ayat 111, “Laqod kana fi qashashihim ‘ibratul li ulil albab.” Artinya dalam kisah-kisah para nabi terdapat pelajaran bagi orang yang berakal.
“Al-Qur’an itu bukan cerita fiksi, tapi kejadian nyata yang pernah terjadi, sehingga kita bisa belajar menghadapi masalah hidup dari sana,” katanya.
Ustadz Hendro mencontohkan kisah Nabi Nuh dan Nabi Ayub sebagai penguat hati saat menghadapi ujian keluarga maupun penyakit. Ia menjelaskan bahwa ada orang tua saleh yang memiliki anak bermasalah, dan ada orang yang diuji dengan sakit bertahun-tahun seperti Nabi Ayub.
“Kalau kita belajar dari Al-Qur’an, kita akan lebih tenang, tidak gampang gelisah, tidak mudah menyalahkan keadaan,” katanya yang juga menekankan pentingnya ikhlas dalam menasihati keluarga, bukan karena takut dicemooh orang lain.
Menanggapi pertanyaan pendengar tentang penyakit dan rasa takut setelah vonis dokter, Ustadz Hendro mengatakan bahwa takut dan khawatir adalah hal yang wajar. Namun, sikap yang tepat adalah tawakal kepada Allah dan mengajak pendengar untuk memperbanyak doa, istigfar, dan mengingat kematian sebagai pengendali diri dalam hidup.
Di akhir dialog, Ustadz Hendro mengajak pendengar untuk membiasakan membaca Al-Qur’an meskipun melalui gawai atau aplikasi digital. Menurutnya, membaca Al-Qur’an lewat HP tetap berpahala karena hanya berbeda media.
“Yang penting kita tidak menjauh dari Al-Qur’an, baik saat hidup terasa mudah maupun saat terasa berat,” katanya seraya berharap Al-Qur’an benar-benar menjadi pegangan hidup agar umat Islam lebih tenang menghadapi ujian dan perubahan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....