Akses Informasi Tanpa Batas, Pendidikan Karakter Kian Mendesak
- 07 Feb 2026 23:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Seminar nasional tentang pendidikan karakter yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Ikatan Keluarga Alumni UMP menyoroti tantangan pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi tanpa batas.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa, dosen, guru, dan berbagai elemen masyarakat pada Kamis (5/2/2026) itu menjadi forum diskusi lintas kalangan untuk memperkuat peran pendidikan karakter dalam sistem pembelajaran.
Sambutan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang disampaikan Staf Ahli Bupati mewakili Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., menegaskan bahwa perubahan zaman membawa konsekuensi serius bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk pola pikir dan sikap anak.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai etika dan sosial sejak dini kepada peserta didik.
Baca juga: Dorong Publikasi, UMP Latih Dosen Tembus Jurnal Bereputasi
“Saat ini anak-anak yang lahir di era modern sangat akrab dengan teknologi dan akses informasi tanpa batas, sehingga pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk membentuk cara berpikir dan sikap yang kritis,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (7/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., menyebut seminar nasional ini sebagai ruang bersama untuk memperkaya wawasan dan rujukan terkait pendidikan karakter. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim dan panitia yang telah melaksanakan tugasnya hingga kegiatan seminar nasional ini dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyoroti pentingnya keseimbangan dalam proses pendidikan agar tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan terampil.
Baca juga: BEM KM UMP Raih Program Mahasiswa Berdampak Kemdiktisaintek
“Pendidikan akan berjalan baik jika mampu mengombinasikan pikiran, perasaan, dan keterampilan, sehingga peserta didik tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Melalui forum ini, kampus dan para pemangku kepentingan pendidikan mendorong penguatan karakter sebagai fondasi utama agar generasi muda tetap memiliki nilai dan arah di tengah derasnya arus teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....