“Arus Balik Peternakan”, Ajakan Kembali ke Fondasi Ilmu

  • 07 Feb 2026 18:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan praktik peternakan modern, ada satu ajakan menarik untuk sejenak berhenti dan menoleh ke belakang. Bukan untuk mundur, melainkan untuk memahami kembali akar pengetahuan yang menjadi fondasi dunia peternakan.

Gagasan ini dirangkum dalam konsep “Arus Balik Peternakan” yang diperkenalkan dosen Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Denis Agita Meliana, S.Pt., M.Pt.

Menurut Denis, mempelajari peternakan tidak boleh berhenti pada urusan pakan dan produksi semata. Ia menilai ada urgensi besar untuk memahami kembali akar ilmu pengetahuan agar setiap langkah pembangunan sektor ini tetap memiliki pijakan yang bijak.

"Mempelajari ilmu peternakan sama halnya dengan mempelajari sejarah dan filsafat di dalamnya. Seyogianya sebagai guru dan ibu dari ilmu pengetahuan, sejarah dan filsafat menawarkan perjalanan pulang dan singgah sejenak di titik nol kilometer," ujar Denis dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Margasana Banyumas Dicanangkan Jadi Desa Tani Kreatif

Konsep "Arus Balik" yang ia tawarkan merujuk pada aliran listrik yang kembali ke asalnya. Denis meyakini bahwa berbagai hambatan atau kerusakan dalam penerapan disiplin ilmu peternakan saat ini sering kali disebabkan oleh minimnya pemahaman pelaku terhadap nilai-nilai sejarah dan filosofis.

Untuk membumikan gagasan tersebut, ia meluncurkan sebuah majalah edukasi digital berjudul "Arus Balik Peternakan". Karya ini disusun secara eksploratif, memadukan opini personal dengan studi pustaka yang telah teruji kredibilitasnya.

"Saya ingin pembaca juga merasakan sensasi 'jadi tahu' yang saya rasakan. Banyak sekali fakta maupun ulasan yang akan mendorong pembaca untuk memiliki rasa kasih sayang terhadap ilmu ini," ujarnya.

Dalam majalah tersebut, Denis mengulas topik yang beragam, mulai dari revolusi pertanian di masa prasejarah, perjalanan domestikasi, hingga sejarah kesehatan hewan di Indonesia seperti Kasimo Plan. Ia berharap, tulisan ini mampu menjadi pemantik diskusi atau "newton" bagi diskursus publik mengenai filsafat peternakan yang selama ini jarang disentuh di bangku akademik.

Baca juga: Beasiswa hingga Petani Muda Jadi Paket Prioritas Banyumas

Denis menekankan bahwa tujuan akhir dari pemahaman sejarah ini adalah kemajuan teknologi yang tetap manusiawi. Ia mengajak seluruh elemen peternakan untuk terus menggali ilmu dan berkolaborasi demi masa depan sektor ini.

"Saya berharap kita sebagai insan peternakan dapat selalu bergandengan tangan untuk membuktikan bahwa suatu hari nanti, peternakan akan maju semaju-majunya sebagai ilmu pengetahuan maupun luarannya," tutur Denis.

Bagi masyarakat atau mahasiswa yang ingin mendalami perspektif ini, Majalah Edukasi: Arus Balik Peternakan dapat diakses melalui tautan Arus Balik Peternakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....