Warga Purwokerto Bisa Ngabuburit Sambil Menonton Barongsai

  • 06 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Persiapan menyambut Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto saat ini kian terasa. Pada Hari Jumat (6/2/2026), kesibukan terlihat dari sudut-sudut bangunan klentheng yang tampil segar dengan cat baru dan disusul dengan pemasangan lampion. Maryati, staf Sekretariat Klenteng, menjelaskan bahwa berbagai persiapan di matangkan guna menyongsong kegiatan utama yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026.  

“Kita akan melaksanakan sembahyang bersama mengantar Dewa Dapur naik untuk memberikan laporan kepada Huang Tian selama perbuatan manusia dalam satu tahun,” ujar Maryati

Perayaan Imlek tahun ini cukup unik, karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Biasanya atraksi Barongsai dilakukan malam hari akan digeser lebih awal pada sore hari, sehingga masyarakat bisa menikmatinya sebagai ajang ngabuburit bareng sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Kita trik seperti Liong barongsainya sore, hitung-hitung ngabuburit nonton, terus setelah itu kita berbuka,” ungkapnya

Puncak Cap Go Meh diambil saat sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB agar masyarakat bisa menikmati hiburan tradisional. Sehingga kegembiraan Imlek bisa dirasakan bersama tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah umat muslim.

 Tradisi unik lainnya saat Tahun Baru di Klenteng Hok Tek Bio adalah makan lontong Cap Go Meh. Tradisi di Klentheng Hok Tek Bio Purwokerto yakni makan lontong Cap Go Meh sambil menyaksikan atraksi Barongsai bersama-sama.

“Tapi kalau di sini ya kita apa, Lontong Cap Go Meh. Terus sama lihat atraksi Liong Barongsai, paling seperti itu,” ujarnya

Selain soal perayaan, Maryati membagikan perspektif mendalam mengenai tradisi berduka yang tetap dihormati di tengah sukacita Imlek. Bagi warga Tionghoa, yang baru saja kehilangan anggota keluarga untuk perayaan Imlek biasanya ditiadakan. Bagi keluarga yang sedang berduka dilarang mengenakan atribut berwarna cerah dan disarankan memakai warna hitam atau putih.

“Biasanya kalau bagi warga Tionghoa itu istilahnya tidak ngucapin Selamat Tahun Baru, ya kan karena sedang berduka,” ujarnya.

Maryati berharap perayaan Imlek tahun ini dapat membawa perubahan yang positif, terkabulnya semua doa doa yang dipanjatkan dan tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. (Rifka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....