Operasi SAR Pencarian Penambang Pasir Resmi Ditutup

  • 06 Feb 2026 10:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Tim SAR Gabungan secara resmi menutup Operasi SAR pencarian seorang penambang pasir yang dilaporkan tenggelam di kawasan Muara Winong, Kabupaten Cilacap, Kamis (5/2/2026) sore. Penutupan dilakukan setelah upaya pencarian berlangsung selama tujuh hari, sesuai dengan prosedur tetap (SOP) Basarnas terkait batas waktu operasi pencarian korban kecelakaan di perairan.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Bima Kalih Kahar, menyampaikan bahwa sejak laporan pertama diterima pada pekan lalu, seluruh unsur SAR telah mengerahkan kemampuan terbaiknya. Pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU), meliputi penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai serta penyisiran air menggunakan jetski, LCR Basarnas, dan LCR SAR MTA.

“Hingga hari ketujuh, seluruh metode pencarian telah kami lakukan, baik di permukaan maupun di area yang dicurigai sebagai titik korban tenggelam. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Bima.

Korban diketahui bernama Dartono (45), warga Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Hingga pukul 17.00 WIB pada hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik berupa jasad maupun barang milik korban yang dapat mengarah pada lokasi ditemukannya korban.

Bima menambahkan, keputusan penutupan Operasi SAR diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh serta koordinasi dengan pihak keluarga korban dan instansi terkait. Penutupan ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan personel serta ketentuan SOP yang berlaku.

“Kami telah mengupayakan segala daya dan teknik pencarian selama tujuh hari. Setelah berkoordinasi dengan keluarga dan unsur terkait, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ucap Bima menambahkan.

Meskipun operasi SAR secara resmi dihentikan, Tim SAR Gabungan tetap melakukan pemantauan secara pasif di sekitar lokasi kejadian. Jika di kemudian hari terdapat laporan dari masyarakat, nelayan, atau pihak lain yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali.

“Dengan ditutupnya operasi SAR ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Seluruh personel selanjutnya dapat kembali ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....