Memancing Jadi Penawar Jenuh di Balik Padatnya Rutinitas

  • 03 Feb 2026 15:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Bagi sebagian orang, memancing bukan hanya sekedar upaya mencari lauk pauk, melainkan menjadi melepas penat dan bentuk hiburan yang murah meriah. Suara aliran sungai Kranji dan tarikan ikan di mata kail menjadi obat untuk mengusir kejenuhan di tengah rutinitas kota yang padat.

“Pertama mengurangi kejenuhan, keduanya ya buat ngasih makan anak,” ujar Slamet, salah seorang pemancing, Selasa (3/2/2026).

Meski memancing suatu hal yang membutuhkan kesabaran, sebagian orang menganggap ini menjadi hobi, kegiatan yang menyenangkan saat umpan di makan ikan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pemancing. Di balik lokasi memancing yang strategi biasanya didapatkan melalui rekannya yang berbagi infromasi.

“Dari temen-temen juga sesama tukang mancing,” ujar pemancing lainnya.

Aktivitas ini tidak lepas dari tantangan alam, seperti kondisi air sungai yang keruh, mempersulit ikan untuk memakan umpan. Mereka memahami bahwa dalam memancing, hasil tangkapan adalah bonus, sedangkan proses menunggu adalah inti dari kegiatan tersebut.

“Agak susah kalau keruh banget, tapi ya dicoba aja namanya juga hobi,” ungkapnya

Kedisplinan mental di uji ketika para pemancing berhadapan dengan kegagalan mendapatkan ikan. Seorang pemancing sudah akrab dengan pepatah bahwa memancing adalah latihan kesabaran yang paling nyata, termasuk pulang dengan tangan hampa setelah menunggu seharian.

“Namanya mancing itu, Mbak, harus sabar. Ya kadang enggak makan (umpannya) ya pulang,” ungkapnya.

Namun, di balik hobi tersebut terselip rasa keprihatinan para pemancing terhadap kelestarian sungai. Para pemancing merasa sedih ketika melihat air sungai tercemar karena hal itu merusak tempat hiburan mereka. Bagi seorang yang hobi pemancing sungai menjadi rumah kedua yang memberikan mereka hiburan tanpa biaya. (Rifka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....