Banyumas Bersiap Menjadi Sentra Gula Kelapa Nasional

  • 03 Feb 2026 13:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Banyumas bersiap memperkuat posisinya sebagai sentra gula kelapa nasional bahkan global. Pemerintah Kabupaten Banyumas melihat besarnya peluang pasar gula kelapa kristal dunia sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani, bukan sekadar menjadi daerah pemasok bahan mentah.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmennya mendorong pembentukan asosiasi petani gula kelapa tingkat nasional yang berpusat di Banyumas. Menurutnya, hingga saat ini belum ada wadah kolektif petani gula kelapa yang mampu memperkuat posisi tawar di tingkat nasional maupun global.

“Saya ingin membentuk asosiasi petani gula kelapa se-Indonesia, bukan asosiasi eksportir. Pusatnya di Banyumas,” ujar Sadewo.

Sadewo memaparkan, sekitar 90 persen kebutuhan gula kelapa kristal dunia dipasok dari Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persennya berasal dari kawasan Banyumas Raya, meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan Banyumas memiliki peran strategis dalam rantai pasok global.

Namun demikian, Sadewo menilai arah kebijakan pengelolaan kelapa harus berorientasi pada hilirisasi. Ia kurang sepakat jika kelapa hanya dijual dalam bentuk buah, meskipun permintaan ekspor dari negara seperti China terus meningkat.

“Kalau hanya menjual kelapa, tidak ada multiplier effect bagi petani. Yang dibutuhkan petani itu penghasilan harian. Kalau disadap, pagi sore bisa langsung dapat uang,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah peremajaan tanaman kelapa, khususnya mengganti kelapa dalam yang tingginya mencapai 15 hingga 20 meter dengan kelapa genjah. Selain lebih pendek dan aman untuk disadap, kelapa genjah dinilai memiliki produktivitas nira yang sebanding dengan kelapa dalam.

Sadewo mencontohkan, seorang penderes dalam kondisi musim terang maksimal hanya mampu menyadap sekitar 25 pohon kelapa tinggi per hari. Dengan pohon yang lebih pendek, efisiensi kerja dan keselamatan petani dapat meningkat secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....