Gubernur Jateng Tinjau Lokasi Banjir Bandang Karangreja Purbalingga

  • 31 Jan 2026 09:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Wakil Bupati, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Kunjungan ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara dalam memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Sebelum turun ke lapangan, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin Rapat Percepatan Penanganan Bencana di Posko Tanggap Darurat Balai Desa Serang.

Usai rapat, rombongan meninjau sejumlah titik kritis terdampak bencana di Dusun Gunungmalang dan Dukuh Kaliurip, Desa Serang. Serta menyapa para pengungsi yang saat ini ditampung di Villa Serang.

“Hari ini saya pastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar paripurna,” kata Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi dan berdialog dengan warga pengungsi.

Berdasarkan Situational Report (Sitrep) Purbalingga per 29 Januari 2026, bencana banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan 916 jiwa mengungsi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Para pengungsi tersebar di beberapa lokasi, yakni Villa Serang sebanyak 177 jiwa, Sambas 204 jiwa, serta 535 jiwa mengungsi di rumah-rumah warga.

Selain itu, di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 129 jiwa terdampak. Yaitu, dengan rincian 51 jiwa mengungsi di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa lainnya tersebar di rumah warga.

Sementara itu, total 120 rumah dan bangunan warga terdampak di tiga desa, dengan klasifikasi 33 unit rusak berat, 28 unit rusak sedang, dan 59 unit rusak ringan. Kerusakan tersebut tersebar di Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.

Tidak hanya permukiman, bencana juga merusak infrastruktur vital, di antaranya delapan jembatan terdampak, beberapa di antaranya putus dan saat ini masih ditangani menggunakan jembatan darurat. Selain itu, ratusan hektare lahan pertanian warga dilaporkan tertimbun material longsor dan banjir, sehingga berpotensi mengganggu mata pencaharian warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....