Dindik Banyumas Perkuat Strategi Tangani Anak Tidak Sekolah
- 30 Jan 2026 15:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas mencatat jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya mencapai 13.426 anak berdasarkan data per Juli 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan setelah dilakukan pemutakhiran data hingga akhir Agustus 2025, seiring dengan integrasi data kependudukan antara Dapodik, dan data dari instansi kependudukan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pembinaan PAUD DAN DIKMAS DINDIK Kab. Banyumas Dwi Kustantinah. Ia menjelaskan bahwa peningkatan angka ATS menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, namun pihaknya terus berupaya menurunkan jumlah tersebut melalui berbagai strategi terpadu.
“Menurunkan angka anak tidak sekolah ini memang bukan hal yang mudah. Namun kami tetap berupaya melalui strategi penanganan yang berkelanjutan,” ujarnya, pada Kamis (29/01/26).
Tanti mengungkapkan, terdapat tiga strategi utama yang diterapkan Dinas Pendidikan Banyumas. Pertama, strategi pencegahan dengan menciptakan lingkungan satuan pendidikan formal maupun nonformal yang aman dan nyaman agar anak tidak mengalami putus sekolah.
Kedua, strategi penanganan dilakukan melalui pemberian bantuan bagi anak dari keluarga kurang mampu, meliputi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan biaya personal, serta perlengkapan sekolah. Namun demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala sehingga bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh anak tidak sekolah (ATS).
“Selain faktor ekonomi, ada pula anak yang tidak sekolah karena disabilitas atau kehilangan motivasi belajar,” jelas Tanti.
Strategi ketiga yang dikembangkan adalah tata kelola pendidikan alternatif, yakni membekali anak dengan keterampilan dan keahlian melalui jalur pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan kerja. Menurutnya, keterampilan praktis seperti laundry, tata boga, peracik kopi, hingga jasa kebersihan memiliki peluang pasar yang luas dan dapat menjadi bekal kemandirian bagi anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Dalam pelaksanaan strategi tersebut, Dinas Pendidikan Banyumas bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan formal dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, serta lembaga pendidikan nonformal. Tercatat terdapat sekitar tujuh lembaga kursus dan pelatihan, 40 lembaga PKBM penyelenggara Paket A, B, dan C, serta tiga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) negeri di Banyumas.
Tanti mengimbau para orang tua dan wali murid untuk lebih memperhatikan masa depan anak-anak mereka dengan menggali potensi dan minat yang dimiliki. Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, baik formal maupun nonformal, terus meningkat sehingga angka anak tidak sekolah di Kabupaten Banyumas dapat ditekan secara bertahap melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....