Material Longsor Dibersihkan, Lokawisata Baturraden Tetap Buka
- 30 Jan 2026 08:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pasca banjir bandang yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, para pedagang di area Lokawisata Baturraden masih melakukan kerja bakti membersihkan material lumpur dan pasir yang terbawa arus. Aktivitas bersih-bersih dilakukan secara gotong royong bersama pengelola untuk memulihkan kondisi kawasan wisata.
Staf Promosi dan Publikasi Lokawisata Baturraden, Rochmat Triantoro, mengatakan banjir lumpur yang terjadi di kawasan kaki Gunung Slamet tidak berdampak signifikan terhadap operasional utama objek wisata. Material banjir hanya mengendap di sekitar aliran Sungai Gumawang, serta area drainase.
“Dampak yang kita alami di Lokawisata Baturraden tidak terlalu signifikan karena banjir hanya terjadi di sekitaran sungai, bibir sungai, dan area drainase. Kita terdampak material pasir dan lumpur di sekitar area tersebut,” ujar Rochmat.
Menurutnya, pasca kejadian banjir, pengelola langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar kerja bakti setiap hari. Kegiatan tersebut melibatkan pegawai lokawisata, pekerja, serta para pedagang yang beraktivitas di sekitar sungai.
Selain endapan lumpur dan pasir, banjir juga membawa material kayu yang sempat mengganggu area berdagang. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas ekonomi pedagang dan kenyamanan pengunjung dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Rochmat menambahkan, kerja bakti ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan, tergantung kondisi cuaca. Ia berharap kawasan wisata dapat sepenuhnya bersih dan tertata seperti semula.
Sementara itu, Novendra Aryandika, salah seorang pedagang di Lokawisata Baturraden, mengungkapkan bahwa banjir yang membawa pasir dari hulu sungai memang pernah terjadi sebelumnya, meski tidak rutin setiap tahun. Ia bersama pedagang lain ikut membantu membersihkan pasir dan kayu yang tersisa di aliran sungai.
“Yang kena sebenarnya hanya di sekitar sini saja. Pasirnya meluap, jadi kami bantu-bantu membersihkan supaya cepat rapi,” kata Novendra.
Sumarno, yang sehari-hari bekerja sebagai fotografer di kawasan wisata, mengatakan banjir terjadi pada dini hari sehingga tidak banyak orang yang mengetahui secara langsung. Menurutnya, dampak banjir hanya terbatas di area lingkungan sekitar sungai dan tidak meluas.
Sumarno menambahkan, para pedagang berinisiatif melakukan kerja bakti bersama untuk mengangkat lumpur, pasir, dan sisa material banjir. “Banjir seperti ini sebenarnya pernah terjadi, tapi waktunya Panjang. Puluhan tahun sekali baru terjadi,” ungkap Sumarno.
Terkait kunjungan wisatawan, baik pengelola maupun pedagang menyebut sempat terjadi penurunan akibat informasi keliru yang menyebutkan objek wisata ditutup. Namun setelah kondisi kembali bersih dan aman, Lokawisata Baturraden dipastikan tetap beroperasi dan siap menerima kunjungan wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....