Jaga Karakter, SMAN 1 Sigaluh Terapkan Stempel Sholat
- 29 Jan 2026 07:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Pemandangan berbeda tampak di teras masjid Darussalam SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Rabu siang, 28 Januari 2026. Usai sholat duhur berjamaah, siswa tak bergegas ke kelas, namun mengantri menunggu giliran tangan mereka distempel oleh guru agama. Ya, tangan mereka distempel bak hendak masuk ke taman hiburan di Ibukota.
Hari itu merupakan masa uji coba sekolah untuk menerapkan sistem Stempel Sholat. Hal itu untuk memastikan seluruh siswa muslim sholat duhur dan ashar di masjid sekolah. Menurut guru agama Islam SMAN 1 Sigaluh Irvan Fadli Kurnia, hal tersebut merupakan upaya maksimal dalam rangka menjaga karakter siswa.
"Ini sebagai bentuk penegakan visi sekolah dan juga dimensi profil lulusan yang ditetapkan oleh Kemdikdasmen tentang keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kami pernah lakukan juga presensi kejujuran namun beberapa siswa ada yang tidak terpantau. Semoga upaya ini dapat memperkuat tekad kami sebagai Sekolah Berintegritas," harap Irvan.
Sistem Stempel Sholat, tambah Irvan, dilakukan karena belum optimalnya kapasitas masjid sehingga siswa tidak dapat serentak melaksanakan sholat dalam satu waktu, sehingga menyulitkan pengawasan siswa.
"Kadang murid kita suruh sholat namun mengatakan sholatnya kloter dua karena memang kapasitas masjid tidak mencukupi. Namun ada juga yang di kloter dua juga tidak kelihatan sholat. Maka dengan stempel ini, mempermudah kontrol guru melihat mana anak yang sudah sholat dan belum. Rekap sholat anak selalu kita laporkan kepada orang tua siswa. Semoga lantai dua masjid segera dapat ditempati sehingga semua siswa dapat sholat bersamaan dalam satu waktu," harap Irvan.
Irvan juga berharap untuk sholat di rumah merupakan tanggungjawab masing-masing orang tua siswa untuk selalu mengingatkan anaknya.
Salah satu siswa kelas XII Fikri Billy mengungkapkan dirinya bersama teman-teman sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk memastikan anak sholat.
"Kita beruntung guru-guru di sini peduli dengan ibadah kita. Saya rasa ini program yang sangat baik. Meskipun mungkin beberapa teman sholat karena mencari stempel, lama kelamaan pasti akan menjadi kebiasaan dan juga menjadikan sholat tidak hanya sebagai kewajiban namun juga sebagai kebutuhan kita sebagai umat untuk beribadah kepada Allah," ujar Fikri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....