Kewaspadaan Superflu di Banyumas Terus Ditingkatkan

  • 28 Jan 2026 23:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Penyakit superflu menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir karena disebut memiliki gejala lebih berat dan penularan yang cepat. Dalam program Dialog Kentongan RRI Purwokerto, dibahas kewaspadaan superflu di Kabupaten Banyumas agar masyarakat lebih siap dan tidak panik menghadapi penyakit ini.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi DKK Banyumas, Ahmad Khairul Hamdi, SKM, MKM menjelaskan bahwa superflu adalah penyakit akibat virus influenza yang telah bermutasi. Ia mengatakan perbedaan dengan flu biasa terletak pada gejala yang lebih berat dan penularan yang lebih cepat.

“Untuk superflu ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sebenarnya kan virus influenza sudah biasa ya. Tetapi kemudian coronavirus itu dia bisa bermutasi kemudian kita sebut dengan influenza A H3N2 subklit K.” katanya. 

Dosen Epidemiologi FK Unsut sekaligus Dekan FK Universitas Sulawesi Barat, Dr. dr. Agung Saprasetya Dwilaksana, M.Sc., PH menambahkan bahwa superflu bukan virus baru. Menurutnya, mutasi virus membuat gejala muncul lebih cepat dan dapat menimbulkan komplikasi seperti radang paru dan gangguan jantung.

“Superflu ini sebenarnya bukan virus yang baru karena ini merupakan virus influenza A ya,” kata Dr. dr. Agung. 

Gejala superflu umumnya mirip flu biasa, yaitu demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun pada superflu, keluhan nyeri otot dan sendi bisa lebih hebat. Dr. dr. Agung menyebutkan bzhwa gejalanya superflu sebenarnya sama saja dengan gejala flu biasa. Hanya memang penularannya lebih cepat dan gejalanya itu lebih berat dan pada anak-anak, superflu juga dapat disertai mual dan muntah.

Terkait kondisi di Banyumas, Ahmad Khairul Hamdi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di wilayah tersebut. Namun, pihak Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan melalui sistem kewaspadaan dini di puskesmas dan rumah sakit.

“Kalau di Banyumas sampai dengan saat ini alhamdulillah masih aman. Tidak atau belum ditemukan super flu di Kabupaten Banyumas,” katanya. 

Upaya pencegahan terus ditekankan kepada masyarakat, mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan, hingga memperkuat daya tahan tubuh. Ahmad menegaskan superflu bisa sembuh sendiri dengan kekebalan tubuh kita dan cara menjalankannya salah satunya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami flu berat atau gejala tidak membaik. Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan superflu dapat dicegah dan tidak menimbulkan dampak serius di Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....