Banjir Lumpur Sungai Banjaran Lumpuhkan Ekonomi Petani Ikan
- 28 Jan 2026 14:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Bencana banjir lumpur dan pasir melanda kawasan kolam ikan di Desa Beji serta Bobosan akibat luapan Sungai Banjaran. Peristiwa yang terjadi pada Senin (28/1/2026) ini, menyebabkan ribuan ikan siap panen mati mendadak karena kekurangan oksigen.
Suwanto, salah satu petani, menjelaskan endapan lumpur pekat menyumbat saluran air sehingga pemilik kolam tidak berani mengalirkan air ke area budidaya. Akibatnya, para petani mengalami kerugian besar karena ikan jenis bawal, jaer, dan melem sudah dalam kondisi siap jual.
“Airnya keruh sekali karena pasir lembut yang mengalir ke sini. Akhirnya kolam kurang asupan oksigen dan ikan-ikan pada mati, padahal ini disiapkan untuk target jual lebaran nanti,” ujar Suwanto.
Kondisi di lapangan menunjukkan tumpukan material pasir dan lumpur yang sangat sulit dibersihkan hanya dengan tenaga manusia. Para petani ikan kini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa alat berat guna mengeruk endapan di kolam mereka.
Siti Muniroh, Istri dari Suwanto, mengungkapkan iuran swadaya sebesar Rp50.000 per orang dikumpulkan oleh warga untuk membantu operasional alat berat tersebut. Langkah ini diambil secara mandiri oleh paguyuban petani karena belum adanya bantuan alat dari pemerintah setempat.
“Semua lumpur menumpuk dan kalau pakai tenaga manusia sudah tidak kuat karena pekat sekali bercampur pasir. Kami dari warga inisiatif iuran Rp50.000 per orang untuk sewa Bego guna mengeruk lumpur itu,” jelas Siti Muniroh.
Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai jutaan rupiah per petak kolam mengingat harga jual ikan mati turun drastis. Petani terpaksa menjual ikan yang masih layak konsumsi dengan harga murah antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
Bencana ini dirasakan sangat berat karena mayoritas petani ikan di wilayah ini menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil kolam. Selain kehilangan modal, mereka juga terbebani dengan biaya kontrak lahan yang dikabarkan akan segera naik.
“Kami mohon kepada Dinas Perikanan untuk memperhatikan nasib kami, setidaknya ada bantuan bibit ikan lagi untuk memulai usaha. Kami sangat butuh modal karena sekarang tidak ada hasil yang bisa dijual untuk membeli benih baru,” pungkas Siti Muniroh.
Kini para petani hanya bisa berharap adanya respon cepat dan bantuan nyata dari Pemerintah Daerah maupun dinas terkait. Pemulihan sektor perikanan di Desa Beji menjadi krusial agar roda perekonomian warga dapat segera kembali stabil. (Muhamad Saepul Saputra).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....