TPST3R Asri Dorong Warga Pilah Sampah Mandiri
- 28 Jan 2026 10:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai diterapkan melalui keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Asri. TPST ini mendorong warga untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengurangan volume sampah lingkungan.
Pengelola TPST3R Asri, Nurhayatni, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah dimulai dari pemilahan oleh warga, kemudian sampah diangkut oleh petugas menuju TPST untuk diproses lebih lanjut. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah non-organik dipilah kembali sesuai jenisnya untuk kemudian dijual.
“Warga sudah memilah sampah dari rumah. Sampah organik kita olah menjadi pupuk, sedangkan sampah non-organik kita pilah lagi supaya bisa dimanfaatkan dan dijual,” ujar Nurhayatni pada Rabu (28/01/26).
Nur menambahkan, sampah yang paling banyak masuk ke TPST3R Asri berasal dari sisa dapur atau sampah organik. Sampah tersebut dicacah sebelum diolah menjadi pupuk dan sebagian dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
Sementara itu, sampah jenis popok sekali pakai masih menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan penanganan khusus. Terkait dampak TPST3R, Nurhayatni menyebutkan bahwa saat ini dampaknya belum terlihat signifikan sebab TPST3R Asri baru diresmikan dan mulai beroperasi kurang dari satu bulan.
Meski demikian, upaya edukasi kepada masyarakat terus dilakukan dengan cara pengelola TPST3R secara rutin mendatangi pertemuan warga di tingkat RT untuk melakukan sosialisasi pemilahan sampah. Dukungan masyarakat pun dinilai cukup baik, terutama karena adanya manfaat ekonomi melalui bank sampah yang telah lebih dulu dikelola.
Nurhayatni berharap TPST 3R Asri dapat berkembang secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah akan berjalan optimal apabila pengelola mampu merangkul masyarakat dan lingkungan dengan didukung SDM yang mumpuni.
“Kuncinya tetap merangkul masyarakat dan lingkungan. SDM juga harus terus ditingkatkan supaya pengelolaan sampah bisa berjalan optimal,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....