Dampak Banjir Lumpur, Ikan di Lokawisata Baturraden Mati
- 27 Jan 2026 10:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Banjir lumpur yang melanda kawasan kaki Gunung Slamet pada Sabtu (24/1/2026) berdampak pada ekosistem sungai di Lokawisata Baturraden. Salah satu dampak paling terasa adalah matinya ikan-ikan yang hidup di aliran sungai kawasan wisata tersebut akibat aliran air bercampur lumpur dan material kayu.
Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa banjir lumpur tidak merusak wahana wisata utama. Namun, aliran sungai yang berada di area bawah, termasuk sungai di sekitar Air Terjun Gumawang, menjadi titik yang paling terdampak.
Menurutnya, seluruh ikan di sungai tersebut mati akibat kondisi air yang keruh dan tercemar material banjir. “Yang terdampak hanya sungai saja, dan untuk ikannya habis semua,” ujar Agus Riyanto.
Pasca-kejadian, pengelola bersama karyawan dan pedagang setempat langsung melakukan kegiatan pembersihan sungai. Pembersihan dilakukan sejak Sabtu hingga Selasa (24-27/1/2026) dengan cara manual.
Meski demikian, kondisi sungai hingga kini masih terlihat keruh. Selain itu, terjadi pendangkalan di beberapa titik sungai yang sebelumnya cukup dalam, sehingga aliran air belum sepenuhnya kembali normal.
Terkait rencana penebaran kembali benih ikan, pengelola masih menunggu kondisi sungai benar-benar stabil. Pendangkalan dan kualitas air menjadi pertimbangan utama sebelum dilakukan langkah pemulihan ekosistem sungai.
Agus menambahkan, dampak banjir lumpur juga berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Meski kawasan wisata dinyatakan aman, jumlah pengunjung pada akhir pekan mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.
Pada akhir pekan kemarin tercatat jumlah kunjungan berada di angka 900 wisatawan. Padahal biasanya pengunjung akhir pekan bisa mencapai 2.000 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....