Dampak Banjir Lumpur Tutup Wisata Damar Payung Kotayasa
- 24 Jan 2026 14:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Banjir yang disertai lumpur dan pasir tak hanya menyebabkan kematian ikan di sejumlah sungai yang melintas di Kota Purwokerto, tetapi juga berdampak serius pada sektor pariwisata sungai. Salah satunya menimpa objek wisata air Damar Payung di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Banjir terjadi sejak Jumat (23/1/2026) petang. Air sungai yang meluap membawa material lumpur dan pasir hingga menutup palung-patung sungai atau kedung yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata Sungai Pelus.
Pengelola wisata air Damar Payung, Ahmad Rudini, mengatakan material banjir menutup hampir seluruh kedung yang biasa digunakan wisatawan untuk berenang dan bermain air.
“Saat ini kedung tertutup lumpur dan pasir, hanya menyisakan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Padahal sebelumnya kedalaman kedung bisa mencapai sembilan meter,” kata Ahmad.
Akibat kondisi tersebut, pengelola terpaksa menutup sementara kawasan wisata demi keselamatan pengunjung. Penutupan ini berdampak langsung pada pembatalan kunjungan wisatawan.
Menurutnya pada Sabtu (24/1/2026), sekitar 150 wisatawan asal Yogyakarta batal berkunjung ke Damar Payung. Kondisi serupa juga terjadi pada Minggu (26/1/2026), dengan jumlah penangguhan kunjungan mencapai sekitar 150 wisatawan.
Ahmad menambahkan, wisata Damar Payung selama ini menjadi sumber mata pencaharian bagi sekitar 60 orang, mulai dari pemandu wisata, pedagang, hingga petugas parkir. Penutupan sementara ini membuat aktivitas ekonomi warga ikut terdampak.
Selain itu, warga yang tinggal di bantaran Sungai Pelus mengaku khawatir akan potensi banjir susulan yang membawa lumpur dan pasir dalam jumlah besar. Kekhawatiran tersebut muncul seiring maraknya kejadian banjir besar di sejumlah wilayah lain di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....