BPBD Cilacap Prioritaskan 17 Keluarga Tempati Huntara
- 24 Jan 2026 13:50 WIB
- Purwokerto
RRI.co.id, Cilacap - Penempatan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, mengalami penyesuaian jadwal.
Jika semula direncanakan mulai ditempati pada 23 Januari, pelaksanaannya diundur menjadi Selasa, 27 Januari 2026. Penundaan dilakukan lantaran masih adanya sejumlah persiapan teknis yang perlu dirampungkan agar huntara benar-benar siap dan layak huni.
“Karena ada beberapa hal teknis, biar semua sempurna akan dilaksanakna pada Selasa 27 Januari prinsipnya menempai huntara di Jauari ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo.
Pada tahap awal penempatan, sebanyak 17 keluarga menjadi prioritas untuk menempati huntara lebih dulu. Taryo menyampaikan jika 17 keluarga ini yang terdampak langsung karena rumahnya tertimbun longsor, sehingga saat ini tidak lagi memiliki tempat tinggal dan harus mengungsi.
Sementara itu, 39 keluarga lainnya dari total 56 kepala keluarga terdampak dijadwalkan menyusul menempati huntara setelah seluruh pembangunan selesai secara menyeluruh.
“17 keluarga dulu, karena bangunan yang lainnya belum selesai, karena yang 17 ini kan sudah tidak punya rumah, dan yang lainnya ketika bangunan sudah selesai bangunan semuanya lengkap, nanti kita masukan ke sana,” katanya.
Huntara yang disiapkan bagi para penyintas bencana ini dilengkapi dua kamar tidur, dapur, ruang keluarga, serta ruang tengah. Selain itu, hunian juga sudah dilengkapi perabotan dasar seperti tempat tidur, kompor, magicom, hingga perlengkapan dapur, sehingga warga dapat langsung menempatinya tanpa harus mempersiapkan kebutuhan awal.
Fasilitas penunjang seperti listrik dan air bersih dari PDAM pun telah tersedia. Dengan demikian, para penyintas diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman.
Lokasi huntara berada di Desa Jenang, sekitar dua kilometer dari titik bencana di Desa Cibeunying. Di atas lahan seluas kurang lebih 3,9 hektare ini, pemerintah membangun sebanyak 56 unit huntara yang akan digunakan sementara, sembari menunggu proses pembangunan rumah permanen bagi warga terdampak longsor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....