Strategi Pedagang Kampus Unsoed Saat Momen Libur Kuliah
- 21 Jan 2026 15:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Suasana ramai yang menyelimuti kawasan sekitar Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) seiring liburan semester mahasiswa. Bagi pedagang daerah Unseod dan sekitarnya, jalanan yang sunyi bukan perkara perubahan suasana, melainkan ancaman nyata pada keberlangsungan pedagang yang selama ini bergantung pada dinamika aktivitas kampus.
Untuk mengatur strategi sepi pembeli dan kerugian yang besar, Ido, salah satu pedagang piscok (pisang coklat) mengambil langkah alternatif seperti mengurangi porsi besar, tidak seperti hari – hari biasanya.
“Dikurangin jauh lebih banyak. Yang awalnya bikin 10 kilogram, jadi sekarang cuma 8-5 kilogram paling,” ujar Ido saat ditemui RRI, Rabu (21/1/2026).
Ia mengaku bahwa omzet selama libur mahasiswa menurun drastis. Pendapatanya hanya menghasilkan sekitar 25%-30% dari pendapatan biasanya. Sebelum mahasiswa libur, ia bisa mendapatkan Rp1,1 juta per hari, namun saat mahasiswa libur ia hanya mendapatkan Rp500 ribu per hari.
Ido menjelaskan bahwa ia memiliki strategi seperti tidak mengubah jam operasional dari pagi hingga malam. Baginya menjaga konsistensi waktu adalah kunci agar pelanggan dapat menjangkau dagangannya. Bahkan ia sama sekali tidak terpikirkan untuk berganti usaha ditengah persaingan yang ketat.
“Soalnya kaya mau ganti usaha juga butuh pelanggan baru, tidak mungkin gampang, apalagi disini kan banyak saingannya,” ujar Ido
Kondisi sepi ini turut menimbulkan rasa prihatin dari sisi konsumen. Haikal, seorang pelanggan yang merasa merasa tidak tega melihat para pedagang yang duduk terdiam menunggu pembeli di lapak mereka tanpa kepastian dagangannya akan habis.
“Ada rasa enggak tega juga lihat mereka tetap buka, padahal kemungkinan dagangan laku tuh sangat kecil, dari situ tuh kelihatan bahwa mereka tuh berjuang bukan cuma untuk untung, tapi untuk bertahan hidup,” katanya.
Haikal berpendapat bahwa pedagang harus mulai beradaptasi dengan memanfaatkan media digital supaya jangkauan pasar tidak terbatas hanya pada lingkungan kampus saja.
“Harus dari beberapa arah. Dari si pedagangnya adaptasi jadi kunci. Misalnya manfaatin media sosial buat promosi, terus bikin gojek grab, maksudnya kaya dijadikan online food gitu,” ujar Haikal
Masa libur mahasiswa menjadi ujian ketahanan bagi pedagang kecil di sekitar Unsoed. Di tengah situasi ini, semangat dan pantang menyerah dari pedagang serta dukungan masyarakat maupun pihak terkait agar usaha usaha kecil ini tetap bertahan sehingga semester baru dimulai sampai kembali meramaikan sekitar sudut Unsoed. (Riri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....