Pertuni Banyumas Kembangkan Potensi Tunanetra

  • 21 Jan 2026 13:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Persatuan Tunanetra Indonesia mencatat sebanyak 96 anggota tunanetra di Banyumas dan sekitarnya, seperti Lumbir, Ajibarang, Sokaraja, dan Patikraja. Anggota berusia 20 sampai 60 tahun. Disabilitas penglihatan terbagi menjadi beragam jenis, mulai dari low vision ringan, low vision berat, hingga totally blind.

Totally Blind salah satunya dapat terjadi karena adanya glaukoma. Glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan. Pada kasus tertentu, penderita glaukoma disarankan melahirkan melalui proses cesar. Proses persalinan normal menimbulkan kebutaan dalam rentang waktu satu sampai tiga tahun. Kondisi tersebut dialami langsung oleh Dwi Kurniasih, Ketua Pertuni Banyumas.

Fasilitas umum untuk penyandang disabilitas masih terbatas dan kesadaran yang dimiliki masyarakat masih rendah. Misalnya, guiding block. “Seringkali masyarakat tidak sadar bahwa guiding block diperuntukkan penyandang disabilitas” ungkap Dwi Kurniasih, dalam dialog Ruang Disabilitas Pro 1.

Trans Jateng juga menjadi salah satu fasilitas yang cukup membantu, mulai dari layanan suara dan pelayanan ramah disabilitas. Namun, masih terdapat kendala pada akses jalan menuju halte.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi dari aktivitas tunanetra. Aplikasi Cash Raider membantu untuk mengetahui nominal uang. Selain itu, aplikasi Be My Eyes juga dapat membantu dalam mendapatkan deskripsi visual melalui relawan.

Kemudian, masalah lain yang dihadapi yaitu pada ketersediaan buku Braille atau alat bantu belajar. Hingga saat ini belum berintegritas antara fasilitas braille dengan perpustakaan umum seperti pada daerah lain.

Persatuan Tunanetra Indonesia mendukung penyandang disabilitas untuk bersekolah di sekolah umum dengan pendampingan mitra bakti. Layanan rumah sakit dan perbankan juga mulai mendukung penyandang disabilitas, misalnya melalui sistem jemput bola dalam pembukaan rekening.

Di Banyumas terdapat wadah NPCI dan mampu mengembangkan potensi para penyandang disabilitas. Pertuni Banyumas juga akan menyiapkan program kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang teknologi. Program kerja ini akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial.

Kedepannya juga di Pertuni ini akan ada program kewirausahaan, seperti pelatihan UMKM. Selain itu, program kewirausahaan dari PCR Tangerang yang sebelumnya diaudiensikan dengan Dinas Sosial.

Peluang kerja pada disabilitas khususnya di Banyumas untuk tunanetra masih terbatas. Namun, beberapa anggota di Pertuni telah bekerja sebagai PNS, guru, dan pelaku usaha.

Dwi Kurniasih berharap pada masyarakat untuk tidak memandang tunanetra sebelah mata. Karena semua individu memiliki hak dan kewajiban yang sama. Pemerintah juga diharapkan lebih memperhatikan mengenai fasilitas yang dibutuhkan bagi penyandang disabilitas netra. (Dian)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....