Pasar Loak Purwokerto Jadi Lokasi Berburu Barang Antik
- 20 Jan 2026 15:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Ditengah dominasi barang-barang modern dan toko retail serba baru, keberadaan pasar loak yang berlokasi di kompleks Pasar Wage Purwokerto tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu barang unik. Bagi Sebagian orang, pasar ini merupakan tempat nostalgia, sementara bagi yang lain, ini hadir sebagai pilihan ekonomi yang terjangkau.
Gendhu, salah satu pedagang yang berjualan sejak tahun 1975, mengaku sebagai salah satu pedagang senior dilokasi tersebut. Gendhu menjelaskan bahwa di masa kejayaanya barang-barang seperti jam tebok dan radio sangat diminati masyarakat.
“Saya sudah cukup lama jualan disini dari 1975 paling tua sendiri disini. Dulu waktu pertama keluar, jualannya cuma jam tembok, radio waktu dulu kan ramai sekali,” ucap Gendhu saat diwawancarai RRI Purwokerto, Selasa (20/1/2026).
Meski mengakui bahwa kondisi pasar saat ini cenderung menurun dan semakin banyak pesaing, Gendhu tetap bertahan dengan koleksi yang kian beragam. Mulai dari kacamata seharga Rp 5 ribu, kaset pita, hingga barang antik seperti keris dan kamera.
Selain itu, Sulhani salah satu pembeli menjelaskan bahwa pasar loak merupakan tempat untuk menguji keberuntungan atau gambling. Ia sering berburu barang elektronik mati seperti komputer atau aki untuk diperbaiki kembali. Ia menambahkan bahwa barang loak seringkali masi memiliki kualitas bagus yang bisa digunakan kembali.
“Alasannya kan ini saya beli siapa tahu dicoba dirumah hidup. Ini kan barang mati jadi saya beli disini murah. Kadang ada komputer, aki yang rusak bisa dibetulin gitu, dijual lagi,” ujar Sulhani.
Kepuasan dalam berburu barang bekas ini menjadi alasan utama pembeli tetap setia mengunjungi pasar loak. Bagi Sulhani barang-barang yang ada di pasar loak sering kali masih memiliki masa pakai yang panjang. Ia juga menyarankan pembeli lain untuk pandai menawar dan teliti dalam mengecek kondisi barang agar mendapatkan kualitas yang diharapkan.
Keberadaan pasar ini diharapkan dapat terus bertahan sebagai ikon barang lama yang terjangkau bagi masyarakat Purwokerto, sekaligus menjadi tempat perputaran barang-barang antik yang memiliki nilai sejarah. (Riri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....