Pameran Karya Mahasiswa DKV UMP Manjakan Mata Pengunjung

  • 12 Jan 2026 10:25 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pameran karya mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memanjakan mata pengunjung dengan deretan kerajinan tangan yang unik. Bertempat di area pameran kampus pada Minggu (11/1/2026), acara ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah berbagai material sisa, menjadi karya yang bernilai seni tinggi.

Karya-karya yang dipajang merupakan produk kolaborasi dari beberapa mata kuliah inti, seperti komposisi visual, gambar bentuk, hingga desain grafis. Salah satu bahan yang paling menonjol dan mendominasi stand pameran adalah tanah liat buatan atau clay, yang dibentuk menjadi berbagai bentuk menarik dengan detail yang sangat rapi.

"Kalau kerajinan semuanya dari clay, ini semua karya anak-anak kelas kami. Ada gambar gajah dari clay, ada juga yang dari gabus dibentuk ular dan kucing," ujar Nadia, salah satu panitia pameran.

Baca juga: Pameran DKV UMP, Stand DIY Jadi Magnet Pengunjung

Selain menggunakan tanah liat buatan, para mahasiswa ditantang untuk menerapkan konsep pendayagunaan limbah dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar mereka. Beberapa karya kreatif yang mencuri perhatian pengunjung antara lain dekorasi berbentuk ubur-ubur yang berbahan galon air mineral serta hiasan estetik yang terbuat dari botol parfum bekas.

Pameran ini pun menarik minat pelajar sekolah menengah, salah satunya Intan dari SMK Kesatrian yang hadir di pameran tersebut. Selain terpukau dengan kerajinan tangan yang ada, ia mengaku sangat terkesan dengan kualitas lukisan yang dipajang dan merasa karya-karya tersebut sangat layak untuk mendapatkan apresiasi luas.

"Lukisannya bagus, kerajinannya juga bagus, pokoknya semuanya menarik buat diapresiasi. Harapannya semoga ke depan bisa terus diadakan pameran seperti ini dan tetap dibuka secara umum agar bisa dikunjungi oleh siapa pun," kata Intan.

Baca juga: UMP Borong 5 Penghargaan di Abdidaya Ormawa 2025

Persiapan pameran ini memakan waktu sekitar satu bulan, mulai dari pemberian instruksi oleh dosen hingga tahap proses penyempurnaan yang rata-rata diselesaikan mahasiswa dalam waktu dua minggu. Fokus utama dari tugas akhir ini adalah kebebasan berekspresi dalam mengolah perubahan bentuk karya seni rupa tanpa adanya batasan media yang kaku bagi para mahasiswa. (Lina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....