Harga Daging Sapi Melonjak, Pedagang: Pola Jelang Lebaran
- 08 Jan 2026 10:16 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional kembali mengalami kenaikan pada awal tahun 2026. Kondisi tersebut dinilai sebagai pola tahunan yang kerap terjadi menjelang dan saat momen Lebaran, sebelum harga kembali normal pasca hari raya.
Salah seorang pedagang daging sapi, Wiarti, mengatakan kenaikan harga daging biasanya terjadi satu hingga dua kali dalam setahun, terutama menjelang Lebaran. Setelah itu, harga cenderung turun kembali seperti semula.
“Saat awal tahun dan menjelang Lebaran memang biasanya naik, habis Lebaran turun lagi. Tapi kadang naik lagi dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di pasar.
Wiarti menyebut, saat ini, harga daging sapi di pasaran bervariasi tergantung kualitas. Daging sapi kualitas super dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram, kualitas nomor dua Rp130 ribu per kilogram.
Sedangkan tetelan Rp120 ribu per kilogram, babat dan iso jeroan Rp80 ribu per kilogram, serta iga Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging dari penjagal sebelumnya berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram.
Menurut pedagang, kenaikan harga daging sapi dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan sapi di tingkat penjagal. Selain itu, tidak adanya impor daging sapi dinilai turut memengaruhi fluktuasi harga di pasaran.
“Persediaan sapi kadang terbatas, tidak ada impor. Jadi harganya naik terus, tidak stabil karena tidak ada harga dari pemerintah,” ucapnya.
Sebelumnya pedagang sendiri sempat mendengar adanya mogok jualan antar pedagang daging, akibat kenaikan harga yang cukup melonjak. Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi pedagang dan konsumen pada dasarnya sama, yakni menginginkan perhatian pemerintah agar harga daging sapi tetap terjangkau.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga daging sapi. Sehingga perekonomian tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar.
“Pedagang dan konsumen sama-sama minta diperhatikan, harganya jangan selalu naik, supaya ekonomi stabil dan kebutuhan bisa terjangkau oleh masyarakat,” katanya kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....