UMP Terapkan Teknologi Pengering Mocaf di Tamansari Banyumas
- 18 Des 2025 20:10 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM UMP) menerapkan mesin Cabinet–Fluidized Bed Dryer dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tamansari, Kabupaten Banyumas, Senin (15/12/2025). Program tersebut dilaksanakan melalui skema Hibah PM BEM, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025 dan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2025.
Kegiatan pemberdayaan yang didampingi oleh beberapa dosen UMP, yakni Dini Nur Afifah selaku ketua pelaksana, Eqwar Saputra, Iskahar, serta beberapa mahasiswa ini menghadirkan mesin pengering dengan sistem kabinet tertutup yang dipadukan dengan prinsip fluidized bed. Pihaknya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tamansari yang selama ini masih mengandalkan penjemuran menggunakan sinar matahari dalam proses pengeringan chips Mocaf (Modified Cassava Flour).
Pihak pemberdayaan menambahkan, selama ini masyarakat masih bergantung pada kondisi cuaca sehingga mempengaruhi proses dan kualitasi produksi olahan singkong. Ketua Pelaksana Dini Nur Afifah menyampaikan bahwa sistem terbaru yang diterapkan ini nantinya dapat meningkatkan jumlah produksi pengeringan.
Baca juga: Gelar Simposium, UMP Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah
“Model kabinet memungkinkan bahan disusun pada beberapa tray sekaligus, sehingga jumlah chips Mocaf yang dikeringkan dalam satu proses menjadi lebih banyak,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, udara panas dialirkan dari bagian bawah ruang pengering agar chips tidak saling menumpuk. Dengan mekanisme tersebut, panas dapat menjangkau seluruh permukaan bahan secara lebih merata dan waktu pengeringan menjadi lebih singkat.
Selain penerapan alat, tim BEM UMP juga memberikan pelatihan kepada anggota KWT terkait pengoperasian dan perawatan mesin agar dapat digunakan dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Baca juga: FEB UMP Bekali Gen Z Jiwa Wirausaha Mandiri
Ketua KWT Desa Tamansari, Isdi, menyambut positif penerapan mesin pengering tersebut. Menurutnya, alat ini membantu kelompoknya menjaga kelancaran produksi, terutama saat cuaca tidak mendukung proses penjemuran.
Diselenggarakannya program pemberdayaan yang berlangsung selama tiga bulan tersebut diharapkan dapat mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tamansari terkait efektivitas dan efisiensi produksi Mocaf. Tim Pemberdayaan BEM UMP menyatakan komitmennya untuk berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....