Gramedia Hadir di Purbalingga dengan Konsep Bookstore Coffee
- 19 Nov 2025 14:44 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purbalingga: Gramedia resmi hadir untuk pertama kalinya di Purbalingga, membawa semangat untuk menumbuhkan budaya baca.
Gramedia Purbalingga berlokasi di Jl. Kapten Sarengat 10B, Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Cornelius Tri Guntoro, Regional Manager Gramedia, menyampaikan “Kehadiran Gramedia di Purbalingga adalah langkah penting dalam membuka akses literasi yang lebih merata. Kami ingin menghadirkan ruang yang bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga menghidupkan percakapan, kreativitas, dan kolaborasi. Semoga toko ini dapat menjadi wadah tumbuh bersama bagi masyarakat, tempat belajar, berbagi, dan menemukan inspirasi baru.” Ucapnya.
Endy Astono, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Purbalingga, turut memberikan apresiasi terhadap hadirnya Gramedia di Purbalingga.
“Gramedia Purbalingga menjadi mitra strategis dalam memperkuat budaya baca di daerah. Konsep bookstore yang berpadu dengan coffee shop membuka peluang baru bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan literasi. Kami menyambut baik kehadiran Gramedia sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan kreativitas di Purbalingga, serta berharap ruang ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh seluruh masyarakat.” ujarnya.
Gramedia Purbalingga menjadi toko Gramedia ke-146 di Indonesia, hadir dengan koleksi produk yang lebih beragam dan konsep yang berbeda. Ini merupakan toko pertama di Jawa Tengah yang memadukan toko buku dengan coffee shop — menghadirkan pengalaman baru bagi para pencinta buku dan penikmat kopi.
“Dengan mengusung konsep perpaduan bookstore dan coffee shop, pengunjung tidak hanya datang untuk mencari buku, tetapi juga bisa menikmati suasana membaca yang lebih santai dengan secangkir kopi. Konsep ini dihadirkan agar pengalaman berkunjung lebih nyaman, relevan, dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini.” ucap Joko Nur Arippin Kepala Toko Gramedia Purbalingga, saat Grand Opening Gramedia Purbalingga, Rabu (19/11/25).
Joko mengatakan hadirnya Gramedia di Purbalingga berangkat dari komitmen untuk memperluas akses literasi dan menyediakan ruang inspiratif yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Purbalingga dipilih karena memiliki potensi perkembangan literasi yang sangat besar, didukung oleh komunitas pendidikan, kreatif, dan anak muda yang aktif.
“Kehadiran toko ini menjadi simbol bahwa Gramedia terus berupaya memperluas akses literasi tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah yang memiliki kebutuhan dan antusiasme tinggi terhadap bahan bacaan dan ruang publik yang edukatif,” ujarnya.
“Dengan mengusung konsep perpaduan bookstore dan coffee shop, pengunjung tidak hanya datang untuk mencari buku, tetapi juga bisa menikmati suasana membaca yang lebih santai dengan secangkir kopi. Konsep ini dihadirkan agar pengalaman berkunjung lebih nyaman, relevan, dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini.” Katanya.
Menurutnya, dengan konsep ruang yang hidup ini, Gramedia ingin menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan kreativitas di Purbalingga.
“Gramedia berkomitmen menyediakan akses terhadap buku berkualitas, menghadirkan program literasi berkelanjutan, dan membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, sekolah, hingga pemerintah daerah.” terangnya.
“Gramedia ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjual buku, tetapi juga menjadi tempat masyarakat belajar, berdiskusi, dan tumbuh bersama.” Kata Joko.
Joko berharap, Gramedia Purbalingga dapat menjadi rumah baru bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.
“Kami ingin toko ini menjadi tempat yang menghidupkan kembali semangat membaca sekaligus ruang berkumpulnya gagasan-gagasan positif.” imbuhnya.
Melalui kehadiran gerai ini, lanjut Joko, Gramedia berharap dapat menjadi ruang inspiratif yang turut memperkuat budaya literasi, mendorong kreativitas, serta mendukung dunia pendidikan di Purbalingga.
“Ya, tentu. Gramedia berkomitmen menjadikan toko ini sebagai ruang komunitas. Ke depannya akan ada berbagai kegiatan seperti workshop, diskusi buku, dan program literasi lain yang melibatkan sekolah, komunitas, dan pelaku kreatif di Purbalingga.” pungkas Joko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....