DPR RI dan Kemenkraf Perkuat Pelaku Ekraf Banyumas
- 15 Nov 2025 17:08 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Kementerian Ekonomi Kreatif ( Kemenkraf ) bekerjasama dengan Komisi VII DPR RI menggelar sosialisasi bertema " Komersialisasi Kekayaan Intelektual dan Produk Kreatif" bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Banyumas, Jumat- Sabtu (14-15/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di sejumlah titik, salah satunya di Jatilawang, menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah serta Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Prof Agus Harjono.
Anggota DPR RI Komisi VII Siti Mukaromah menjelaskan ekonomi kreatif memiliki masa depan yang kuat apabila seluruh pihak mampu membangun ekosistem pendukung yang konkret. Ia menyebut dua hari sosialisasi ini difokuskan pada tiga hal: kekayaan intelektual, ekonomi kreatif, dan pendanaan.
“Kegiatan ini dimotori Kementerian Ekonomi Kreatif agar program-programnya benar-benar hadir sampai tataran dasar masyarakat,” kata Siti Mukaromah. “Banyak warga sebenarnya punya kreativitas tinggi, tapi bingung harus mengembangkan ke mana, konsepnya seperti apa, atau bagaimana melindungi karya mereka.”
Menurutnya, banyak potensi kreatif masyarakat baik berupa produk fisik maupun karya intelektual seperti arsitektur dan visual telah berkembang pesat, namun masih memerlukan dukungan pemerintah. Karena itu, kolaborasi Kemenparekraf dan Komisi VII berupaya menguatkan serta menjembatani para kreator daerah agar karya mereka dapat berkembang dan terlindungi.
“Kami ingin masyarakat yakin bahwa apa yang mereka kerjakan punya nilai. Banyak yang sebenarnya sudah punya kemampuan, tapi berhenti karena minim pendampingan dari pemerintah maupun legislatif,” ujarnya.
Mba Erma sapaan akran Siti Mukaromah juga menekankan pentingnya kemudahan pengurusan hak cipta agar pelaku kreatif tidak kesulitan mengamankan karya mereka. “Kami berharap kebijakan pemerintah memberi pintu kemudahan, baik dari sisi sistem maupun pengawalan. Karya harus dilindungi negara agar tidak diambil pihak lain,” tambahnya.
Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Prof Agus Harjono menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk kemitraan antara kementerian dan anggota DPR dalam mendorong penguatan subsektor kreatif daerah. Menurutnya, Banyumas memiliki banyak potensi namun masih lemah dalam branding dan pengemasan.
“Contoh sederhana getuk goreng. Semua orang kenal, tapi penjualannya masih tradisional. Belum dipikirkan bagaimana pengemasan yang bagus, teknologi untuk membuat lebih awet, hingga peluang ekspor,” kata Agus.
Agus juga menilai seni tradisi Banyumas seperti calung memiliki peluang besar menjadi produk kreatif bernilai tinggi apabila diolah dan dikemas modern tanpa meninggalkan identitas budaya. Sebagai contoh, ia menyinggung bagaimana musisi dunia mengangkat musik tradisional Maroko lalu mengubahnya menjadi karya global.
“Itu yang kemudian menjadi intellectual property. Karya baru yang lahir dari akar budaya, dan punya nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Agus juga menyoroti pentingnya investasi, peningkatan pendapatan daerah, kualitas tenaga kerja kreatif, serta perlindungan kekayaan intelektual. Ia menyebut berkembangnya startup, animasi, hingga teknologi kreatif membutuhkan dukungan modal sekaligus ekosistem KI yang kuat.
“Ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual. Kalau KI tidak tumbuh dan tidak terlindungi, sulit naik kelas,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti para pelaku ekonomi kreatif Banyumas, mulai dari pekerja seni dan kebudayaan, UMKM berbasis kreativitas, hingga kreator lokal yang telah sukses mengembangkan karyanya. Program ini diharapkan menjadi akselerator agar potensi kreatif Banyumas tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menjadi produk kompetitif di tingkat nasional dan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....