Masyarakat Ceritakan Kronologi Tanah Bergerak Desa Ketanda Sumpiuh

  • 14 Nov 2025 15:55 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Bencana tanah bergerak yang menimpa Dusun Karangbanar, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Kamis (13/11/2025), mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah warga dan fasilitas umum. Bahkan, memaksa masyarakat setempat setidaknya 25 Kartu Keluarga harus memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, kronologi bencana bencana tanah bergerak terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah diguyur hujan deras sejak sore hari. Kondisi yang terjadi mengakibatkan tanah amblas di beberapa lokasi, serta kerusakan struktur bangunan seperti lantai dan dinding yang retak di sejumlah rumah warga.

Salah satu warga terdampak, Khudori dari RT 7/RW 1 mengatakan cakupan bencana tanah bergerak cukup banyak. Hal tersebut menyebabkan banyak rumah warga yang tidak dapat dihuni kembali.

“Luasnya sekitar 50-100 meteran gitu keliling, yang paling parah itu yang di atas, pokoknya pondasi rumahnya itu amblas, sampai atasnya menggantung gitu,” ujar Khudori kepada RRI, Jumat (14/11/2025).

Lain dengan warga yang sudah mengungsi, salah satu warga bernama Purnomo yang juga rumahnya ikut terdampak tanah bergerak justru memilih bertahan dirumah. Padahal secara pantauan RRI lantai rumah hingga tembok halaman sudah retak akibat gerakan tanah yang masih aktif hingga sampai saat ini.

"Saya berdua dengan istri tetap bertahan dulu dirumah, walaupun nantinya ada niatan ingin mengungsi dirumah anak saya. Tapi sementara karna ini baru retakan kecil saya disini dulu, tapi saya tetap ikuti imbauan," katanya, menjelaskan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Camat Sumpiuh Pujar Seno dirinya pertama kali menerima laporan sejak dua hari sebelumnya, yakni Rabu (12/11/2025). Dirinya mengatakan bahwa sudah terdapat indikasi tanah bergerak sejak tahun 2019 lalu.

Pujar mengatakan proses evakuasi tidak memakan waktu cukup lama, yakni sekitar dua jam. Meskipun demikian, dirinya tak memungkiri bahwa kondisi topografi wilayah menjadi kendala yang dialami selama keberjalanan evakuasi.

Berdasarkan data terbaru, total pengungsi hingga siang hari sebanyak 35 orang dari beberapa wilayah yang terdampak, yakni meliputi RT 5, RT 6, dan RT 7 di lingkungan RW 1. Pujar menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayahnya agar senantiasa waspada terhadap potensi bencana tanah bergerak.

"Saya imbau kepada warga yang berada di lokasi tanah bergerak itu untuk waspada, sebisa mungkin untuk mengungsi ke tempat yang aman, baik ke tempat saudara atau yang sudah disediakan oleh pemerintah, yaitu di Balai Desa Ketanda,” ujarnya.

Beberapa bangunan tempat tinggal yang ke depannya tidak dapat ditempati lagi saat ini masih belum mendapat kepastian solusi dari pemerintah setempat. Namun, pihak perangkat desa dan kecamatan tengah mengupayakan hal tersebut dengan berkolaborasi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Banyumas. (Arief Muzakki)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....