Pramuka Kwarcab Banyumas Gelar Latihan JOTA–JOTI

  • 16 Okt 2025 14:38 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Dalam rangka menyambut pelaksanaan Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) tingkat dunia tahun 2025, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Banyumas menggelar kegiatan latihan persiapan di Lapangan Tembak GOR Satria Purwokerto, Kamis (16/10/2025). Latihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan teknis bagi peserta agar pelaksanaan JOTA–JOTI pada 17–19 Oktober 2025 di Aula dan Pendopo Kwarcab Banyumas dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Perwakilan dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas, Orsita Nisat Movida, menjelaskan bahwa JOTA–JOTI merupakan kegiatan tahunan terbesar yang mempertemukan anggota pramuka dari seluruh dunia melalui media radio dan internet.

“Kegiatan ini menghubungkan anggota pramuka dari seluruh dunia melalui dua media utama, yaitu radio amatir untuk JOTA dan internet untuk JOTI. Latihan hari ini bertujuan agar saat pelaksanaan nanti, baik peserta maupun tim radio amatir bisa berjalan tanpa hambatan,” ujar Orsita.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kwarcab Banyumas bekerja sama dengan ORARI Lokal Banyumas dan Dinas Kominfo Kabupaten Banyumas. Peserta yang terlibat berasal dari tingkat SMA, SMK, MA, hingga universitas se-Kabupaten Banyumas. Ia juga mengajak seluruh pramuka di Banyumas untuk berpartisipasi aktif pada pelaksanaan kegiatan nanti.

“JOTA–JOTI ini rutin dilaksanakan setiap tahun bersamaan dengan agenda JOTA–JOTI Internasional yang digelar oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM). Bedanya dengan kegiatan pramuka lain, JOTA–JOTI lebih menekankan pada komunikasi digital dan teknologi, bukan kegiatan fisik seperti perkemahan,Kami tunggu partisipasi semua peserta JOTA–JOTI Banyumas pada tanggal 17 sampai 19 Oktober nanti. Tetap semangat dan semoga sukses,” ujar Orsita

Sementara itu, Wanda Priscilia Nusa Fani dari Racana Soedirman menuturkan bahwa kegiatan latihan JOTA–JOTI memberikan banyak pengalaman baru, terutama dalam memahami dasar-dasar komunikasi radio.Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan ilmu teknis, tetapi juga membuka wawasan tentang komunikasi lintas daerah dan negara.

“Hari ini kami diberi materi tentang cara menjalankan JOTA–JOTI, mulai dari tips dan trik, prosedur pelaksanaan, sampai pengetahuan seputar radio amatir. Seru sekali karena ini pertama kalinya saya ikut kegiatan seperti ini,” ujar Wanda.

Melalui latihan ini, para peserta tidak hanya belajar berkomunikasi lewat radio, tetapi juga memahami etika dan tata cara komunikasi digital lintas wilayah. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk anggota pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi, sekaligus memperkuat jaringan persaudaraan antarpramuka di tingkat global. (Fathurahman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....